2 - 6 Maret 2026
Quick Insights: Data Utama Yang Ditunggu, Non Farm Payrolls rilis bersama Retail Sales
Ini mungkin bukan minggu yang biasa kita hadapi di hari-hari normal sebelumnya. Data NFP di hari Jumat akan dirilis berbarengan dengan data retail sales AS. Bulan lalu retail berhasil mengejutkan dengan selisih 0.5 poin persentase, sedangkan NFP muncul dengan kenaikan yang mengejutkan. Ini akan menjadi minggu yang menarik karena akhirnya NFP dirilis kembali ke jadwal semula, di hari Jumat, awal bulan. Investor global akan segera mengetahui apakah peningkatan lapangan pekerjaan benar-benar solid, atau hanya musiman.
Komoditas Bergejolak di tengah Perang
Tanda-tanda kenaikan sudah dimulai di hari Jumat malam jelang penutupan pasar. Meningkatnya risiko serangan AS ke Iran menjadi penyebab. Dengan serangan AS dan Israel sudah diluncurkan di hari Sabtu, maka investor perlu mencermati perkembangan geopolitik minggu depan karena kemungkinan akan pengaruhi pasar komoditas dan pasar secara keseluruhan. Trump menyebut bahwa serangan ini bukan 1 hari, tapi berhari-hari sampai tuntaskan target.
Timur Tengah Membara
Israel akhirnya meluncurkan serangan pre-emptive ke Iran di hari Sabtu pagi waktu setempat. Media Israel menggambarkan kampanye serangan berskala besar dan terkoordinasi di dalam Iran, bukan hanya target simbolis, tapi menargetkan penurunan kapasitas operasional militer, khususnya infrastruktur rudal yang dikhawatirkan mengancam langsung Israel dan AS. Bagi pasar, perbedaan tujuan ini sangat penting. Bukan hanya agenda yang meningkatkan volatilitas harian, tapi berpotensi menentukan untuk seluruh sesi perdagangan minggu depan.
Pidato Bos BOJ Pertegas Hawkish?
Setelah Takata minggu lalu memberi indikasi bahwa BOJ tetap terbuka untuk kenaikan suku bunga, minggu depan giliran Gubernur BOJ Ueda yang dijadwalkan memberi pidato di hari Senin. Kenaikan suku bunga sepertinya berpeluang terjadi di pertengahan Maret. Dengan bergabungnya dua anggota baru di BOJ dalam beberapa bulan ke depan, ini akan menjadi kesempatan terakhir Ueda untuk membangun konsensus. Narasi yang sempat disampaikannya beberapa kali tentang kenaikan suku bunga, sempat redup setelah pasar mengendus indikasi Takaichi meminta untuk menundanya.
China PMI
Trader juga akan memantau 3 laporan PMI dari China, terlepas situasi geopolitik yang memanas di akhir pekan. Data terbaru menunjukkan penurunan yang mengejutkan, dan bank sentral China (PBOC) sedang membahas langkah-langkah stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka, bukan melalui stimulus secara luas, tapi stimulus yang ditargetkan. Pasar butuh realisasi lebih lanjut dari janji dukungan konsumsi domestik yang disebutkan sejak awal tahun oleh pemerintah dan PBOC.
Inflasi dan GDP zona Eropa
Eropa akan merilis data yang juga cukup berbobot. Inflasi CPI dan PPI menjadi bagian penting dari kumpulan data ekonomi yang menyita perhatian pasar minggu depan. Data GDP tahunan zona Eropa juga akan dirilis di hari Jumat, sehingga menjadikan hari Jumat sebagai hari besar yang berpotensi mempengaruhi volatilitas dari sisi data ekonomi, selain perkembangan geopolitik.
AGENDA DATA EKONOMI
US ISM Manufacture PMI
2 Mar 2026
Bulan sebelumnya berada di 52.6. Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka dolar cenderung merespon positif. Sebaliknya, jika data dirilis lebih lemah, maka dolar cenderung merespon negatif/melemah
EUR CPI & UK Spring Budget
3 Mar 2026
CPI Eropa sebelumnya di 1.7%. Angka yang lebih rendah berpotensi mendorong ECB kembali buka jalur pemangkasan suku bunga. Sedangkan Inggris akan bergantung pada pengumuman Spring Budget dari Kementerian Keuangan
US ADP Employment
4 Mar 2026
Bulan sebelumnya dirilis mengejutkan lebih lemah dari ekspektasi. Data ini mirip dengan Non Farm Payrolls dan sering dikaitkan dengan korelasi positif, meskipun tidak ditemukan korelasi positif setiap rilis. Angka yang lemah akan menekan USD. Sebaliknya, data yang kuat akan memperkuat USD
EUR GDP
6 Mar 2026
Angka bulan sebelumnya 1.4%, dan kali ini diperkirakan turun tipis ke 1.3%. Angka yang rendah menandakan melambatnya pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong ECB untuk memangkas suku bunga, dan berpotensi membuat EUR cenderung melemah
US Retail Sales & NFP
6 Mar 2026
Pertama kalinya retail sales rilis bersamaan NFP. Bulan sebelumnya retail menunjukkan kejutan melemah, sedangkan NFP dirilis lebih kuat. Data kali ini akan memastikan apakah penguatan pasar tenaga kerja di bulan Januari hanya lonjakan musiman atau memang menandakan penguatan yang konsisten. Tingkat pengangguran juga dirilis di hari yang sama
Timur Tengah Bergejolak! Gap Up Senin, Buka Peluang Kenaikan Dekati 5500 Sebelum NFP?
Gejala kekhawatiran pada situasi geopolitik sudah terlihat jelang penutupan sesi perdagangan Jumat. Pasca Trump berkonsultasi dengan penasihat senior di Gedung Putih, Trump sebut tidak inginkan perang, tapi kadang harus melakukannya. Sinyal tersebut membuat investor melirik emas sebagai safe haven, dan membuat emas naik dekati 5300 sampai jelang penutupan akhir pekan. Situasi geopolitik diperkirakan belum akan reda dalam waktu dekat. Sumber-sumber mengutip bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran diperkirakan bertahan beberapa hari ke depan. Trump menekankan target utama adalah mengakhiri kekuasaan rezim Khamenei sehingga hal itu diperkirakan menjadi isyarat bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Pembukaan Senin diperkirakan gap up. Ada kemungkinan kita melihat kenaikan lebih lanjut di atas 5350, sehingga peluang resistance 5400 dan 5500 kemungkinan menjadi sasaran. Dan jika geopolitik belum segera mereda, kenaikan cepat mungkin saja mendorong hingga ciptakan ATH baru. Tapi jika reda, maka koreksi turun kemungkinan melirik zona 4850-4900, dan data NFP di hari Jumat akan menjadi fokus berikutnya selain perang.
Daily Trend : Strong Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 5350, 5450, 5600
(S) : 5090, 4936, 4850
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 70.50, 74.00, 77.00
(S) : 63.80, 60.00, 55.00
Perang Dimulai, AS-Israel Targetkan 'Beberapa Hari', Gangguan Pasokan 'Selat Hormuz' Dorong Oil Naik!
Akhirnya serangan itu diluncurkan dan seperti kejadian Juni 2025, serangan diawali oleh Israel yang menyerang fasilitas persenjataan Iran di hari Sabtu pagi waktu setempat. Situasi berlanjut dengan AS ikut serta menyerang dan Trump menargetkan tewasnya pemimpin Iran Ayatollah Khamenei untuk mempermudah pergantian rezim yang diharapkan. Situasi ini dikhawatirkan akan berlanjut beberapa hari ke depan sampai target yang diinginkan tercapai. Namun, sebelum serangan terjadi, OPEC+ sempat mengumumkan rencana dimulainya produksi setelah jeda di Q1 2026. Dan info terbaru setelah serangan AS meluncur, OPEC+ menargetkan kenaikan produksi lebih besar untuk meredam gejolak harga minyak yang kemungkinan terjadi. Resistance 70 berpeluang ditembus. Dan jika berhasil, maka potensi terdekat yang mirip dengan Juni 2025 adalah area 77. Namun, jika perang terus berlanjut dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat, maka kita mungkin akan melihat area 80 hingga 95 sebagai target potensial. Tapi hal ini tidak harus terjadi jika situasi geopolitik berakhir lebih cepat dari yang dikhawatirkan. Pertemuan OPEC+ 1 Maret diperkirakan akan memastikan jumlah produksi yang ditargetkan untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan selama perang berlangsung.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Daily berakhir bullish memanfaatkan pelemahan dolar di saat kekhawatiran geopolitik meningkat di Jumat malam. Namun, kenaikan belum sepenuhnya pulih. Area 1.18900 adalah resistance yang harus ditaklukkan dalam waktu dekat. Meski diuntungkan dari pelemahan dolar saat eskalasi geopolitik, tapi melonjaknya harga minyak bisa membuat Euro tertekan karena gangguan pasokan bisa sebabkan perlambatan ekonomi. Waspadai penurunan di bawah 1.17000, berpeluang tekan Euro lebih lanjut di bawah 1.16400.
Resistance : 1.18900, 1.19630, 1.20800
Support : 1.17400, 1.16400, 1.14800
Outlook : Bearish
GBPUSD
Posisi Pound tidak berbeda jauh dengan Euro. Jika situasi geopolitik memburuk, gangguan pasokan minyak juga berdampak buruk untuk Inggris. Support 1.33500 menjadi zona kritis yang perlu diwaspadai. Jika tembus, maka penurunan berpotensi lebih lanjut. Sebaliknya, kenaikan butuh validasi untuk tembus di atas resistance 1.35740. Selama gagal naik, maka tekanan turun berpotensi terus membayangi. Investor juga akan mencermati pengumuman Spring Budget oleh Menteri Keuangan Inggris.
Resistance : 1.36400, 1.37870, 1.39820
Support : 1.33700, 1.32795, 1.31400
Outlook : Bearish
USDJPY
Pasar sepertinya menemukan kesulitan untuk mengharapkan penguatan Yen yang berkelanjutan. Tapi minggu depan pidato Ueda bisa memberi harapan jika terus mengumandangkan peluang kenaikan suku bunga. Tekanan di bawah 155.200 dibutuhkan minimal untuk menekan USDJPY ke zona 153-154. Sebaliknya, jika pidato Ueda cenderung dovish, kita akan melihat USDJPY kembali naik dan zona 157-158 sangat mungkin dilirik. Eskalasi geopolitik bisa membantu penurunan karena Yen bisa juga diincar sebagai safe haven.
Resistance : 156.500. 157.700, 158.600
Support : 154.400, 153.900, 152.000
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Dolar gagal lanjutkan penguatan di sesi perdagangan hari Jumat. Kekhawatiran geopolitik saat itu membuat dolar kembali ditutup melemah, meski tetap berada di zona 97. Dengan situasi geopolitik yang memanas setelah AS dan Israel menyerang Iran di akhir pekan, pasar mungkin akan mencermati perkembangan lebih lanjut, berapa lama perang berlangsung. Jika situasi segera reda, maka dolar berpeluang rebound. Tapi jika terus memanas, pelemahan dolar kemungkinan semakin dominan, sedangkan safe haven tidak berpihak pada dolar untuk saat ini
Resistance : 98.50, 99.60, 100.40
Support : 97.00, 96.00, 95.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Kenaikan impresif dipicu oleh ekspektasi kebijakan fiskal longgar Takaichi sepertinya berlanjut seolah mengabaikan potensi geopolitik yang mengganggu mayoritas pasar saham global. Tapi minggu depan mungkin situasi berbeda. Pembukaan Senin akan menentukan, dan mayoritas indeks saham global diperkirakan dibuka gap down. Penurunan di bawah 56145 akan membuka peluang untuk tekanan lebih lanjut. Jika pernyataan Ueda tetap hawkish, maka ini bisa menambah faktor tekanan bagi Nikkei.
Resistance : 59000, 59500, 60000
Support : 57500, 56145, 55500
Outlook : Bearish
HANG SENG
Hang Seng terselamatkan dari tekanan head & shoulders di H4 dalam 2 hari terakhir. Tapi tidak berhasil memanfaatkan dorongan bullish tersebut sebagai momentum kenaikan lebih lanjut. Bahkan jika Senin dibuka gap down, maka indeks Hang Seng kemungkinan bergabung dengan indeks saham lainnya yang terancam tertekan karena situasi geopolitik. Area 25500 kemungkinan menjadi incaran jika tekanan tembus lebih lanjut di bawah 26000. Data PMI China mungkin bisa membantu untuk memberi pondasi sehingga jika geopolitik selesai, maka pasar akan kembali ke makro ekonomi
Resistance : 26878, 27940, 28500
Support : 26275, 25500, 24810
Outlook : Bearish
NASDAQ
Weekly berakhir dengan doji candle, menandakan kenaikan yang sempat muncul sebelumnya masih terlalu rapuh. Kegagalan tembus zona 25500 membuat bearish kembali mendominasi. Situasi geopolitik yang belum akan reda dalam waktu dekat diperkirakan akan membuat indeks kembali tertekan. Support 24450 kemungkinan dengan mudah ditembus. Ini berarti mengincar target 24000 sebagai potensi berikutnya. Diharapkan situasi geopolitik pulih sebelum data NFP
Resistance : 25470, 26025, 26346
Support : 24450, 24000, 23500
Outlook : Bearish
DOW JONES
Candle weekly berakhir bearish setelah penurunan Jumat memastikan kondisi dari pola ascending broadening wedge di grafik daily berlanjut. Tekanan berpotensi berlanjut setelah akhir pekan AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Area 47347 mungkin menjadi support terdekat jika Senin dibuka gap down. Jika situasi geopolitik belum reda dalam waktu dekat, maka penurunan diperkirakan berlanjut menuju 45300. Diharapkan situasi mulai kondusif jelang data NFP Jumat.
Resistance : 49560, 49961, 50600
Support : 48500, 48090, 47350
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
