Gold (Emas)
Penggerak Pasar
Imbal hasil Treasury AS 10 tetap dominan naik di sesi hari Rabu, sedangkan dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah. Meski demikian, situasi ini tidak langsung membuat emas naik lebih kuat. Emas masih cenderung dalam zona sideways, tapi relatif stabil dibanding sehari sebelumnya.
Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, dan bahkan dilanjut dengan ISM services yang juga tetap berada di zona ekspansi sehingga emas sempat tertekan hingga 5109. Tapi kemudian berhasil pulih kembali hingga ditutup di zona 5140.
Data Ekonomi AS Stabil
Data ADP menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja secara umum relatif stabil. Sebagian besar wilayah di AS melaporkan sedikit perubahan dalam perekrutan karena perusahaan tetap berhati-hati dalam melakukan perekrutan di tengah ketidakpastian dan biaya yang lebih tinggi. Pertumbuhan upah juga terus berlanjut dengan laju moderat hingga sedang.
Sedangkan inflasi, ada kecenderungan harga-harga meningkat dengan laju moderat, didorong terutama oleh kenaikan biaya input non-tenaga kerja, termasuk asuransi, energi, utilitas dan bahan baku. Tarif masih menjadi faktor penyebab yang mendorong kenaikan biaya. Banyak yang memperkirakan pertumbuhan harga akan relatif sedikit melambat beberapa bulan ke depan.
Secara umum, kondisi tersebut tidak mendukung untuk pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan ekspektasi penurunan suku bunga Maret cenderung kecil. Pasar saat ini mulai memperhitungkan ulang peluang pemangkasan suku bunga, bahkan untuk peluang Juni. Pasar melihat kemungkinan Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Dengan situasi perang yang belum diketahui kapan berakhir, kini pasar menunggu FOMC Maret untuk mengetahui apakah Fed memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga jika inflasi mengalami lonjakan akibat penutupan Selat Hormuz.
Margin Calls dan “Cash is a King”
Di sisi lain, penurunan tajam di hari Selasa yang membuat emas turun dari 5379 sampai 4996 setelah sehari sebelumnya tembus 5400 membuat pertanyaan bergulir apakah emas tidak lagi menarik investor di saat ketidakpastian geopolitik mendominasi. Beberapa teori sebelumnya mengaitkan dengan kenaikan harga minyak yang dikhawatirkan memicu inflasi dan membuat Fed akhirnya memutar balik kebijakan dengan mulai menaikkan suku bunga. Sebagian lainnya mengaitkan dengan situasi perang Rusia-Ukraina di 2022.
Jika diperhatikan selintas, memang cenderung memiliki kemiripan. Tapi jika diteliti lebih lanjut, hal ini lebih disebabkan oleh kebutuhan pasar untuk menutupi kerugian yang sempat terjadi di pasar saham saat terjadi penurunan. Tekanan yang terjadi hingga membuat margin calls di pasar saham, membuat investor harus memilih antara menaikkan kapital untuk mempertahankan posisi, atau melikuidasi semua posisi, termasuk posisi di emas untuk menutupi kerugian tersebut. Beberapa juga dikaitkan dengan kekhawatiran perang yang berkepanjangan dan memicu Perang Dunia 3 sehingga berpikir tentang “menjual segalanya” untuk mendapatkan “cash”.
Kami tidak melihat alasan pengulangan 2022 saat perang Rusia-Ukraina terjadi saat ini dikarenakan situasinya relatif berbeda pada kebijakan moneter. Saat itu di 2022, Fed sedang dalam siklus kenaikan suku bunga sehingga kenaikan emas akibat perang, berbalik dengan anjloknya emas setelah pasar tidak lagi menganggap perang tersebut mengancam. Emas kembali turun karena sebelum geopolitik terjadi, Fed sedang dalam fase menaikkan suku bunga, di mana hal itu (kenaikan suku bunga) cenderung berdampak negatif pada emas.
Sedangkan situasi saat ini, sebelum terjadinya perang, Fed sedang dalam fase “menunggu” untuk melanjutkan penurunan suku bunga. Inflasi terganggu akibat tarif Trump sehingga membuat Fed menunda penurunan suku bunga. Namun, perang membuat pasar khawatir bahwa inflasi tersebut akan kembali melonjak seiring ditutupnya Selat Hormuz. Tapi selama Fed tidak memberi indikasi untuk menaikkan suku bunga, maka seharusnya kekhawatiran tersebut bisa diredam dalam waktu dekat, setelah pasar mendapat kepastian dari FOMC Maret.
Kami cenderung melihat penurunan emas saat ini adalah faktor margin calls di pasar saham, dan kebutuhan uang “cash” yang memaksa investor melikuidasi posisi di emas. Namun, secara keseluruhan pasar emas tetap bullish dan penurunan justru menjadi kesempatan untuk kembali membeli dalam harga relatif lebih murah.
Fokus Malam ini
Data initial jobless claims di jam 20.30 WIB akan menjadi concern utama. Jika data lebih rendah, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun. Sebaliknya, jika data lebih tinggi, maka emas berpeluang lanjutkan kenaikannya.
Sedangkan di sisi geopolitik, pasar masih harus mewaspadai kemungkinan eskalasi ketegangan yang signifikan, terutama menjelang akhir pekan. Dengan konflik yang belum jelas kapan berakhir, pasar perlu curiga bahwa AS dan Israel sedang menyusun serangan lebih besar di akhir pekan. Masa berkabung selama 3 hari setelah pemakaman Ali Khamenei dimulai hari Rabu, diperkirakan akan berakhir di hari Jumat sehingga hal itu memberi waktu yang cukup untuk Israel dan AS menyusun rencana. Selama belum ada pertanda jalur diplomasi maupun gencatan senjata, maka risiko geopolitik masih mengintai, terutama memasuki akhir pekan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bullish dengan small body candle, memiliki tail atas lebih panjang daripada tail bawah, mirip dengan candle inverter hammer. Secara teori, candle seperti ini muncul di zona support pasca penurunan tajam menandakan peluang untuk recover atau rebound. Data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi membuat emas kembali tertekan, tapi situasi ketidakpastian dari geopolitik, terutama menjelang akhir pekan membuat emas tetap bertahan.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, untuk kembali ke jalur bullish yang lebih kuat, emas butuh tembus di atas resistance 5250, sekaligus menjaga agar tidak turun lebih rendah dari support 5083 (low sehari sebelumnya), atau lebih parah di bawah 4996 (low 3 Mar 2026). Pasar kemungkinan tidak akan terlalu agresif sampai hari Jumat, karena menunggu NFP, sebelum akhirnya fokus ke risiko geopolitik akhir pekan.
Di H4, level terendah sesi Asia saat itu 5083 tidak ditembus saat terjadi penurunan kembali di malam hari. Penurunan di sesi NY tertahan di 5109, tepat sedikit di bawah trendline support, dan diikuti rebound sampai 5146. Ini berarti zona ungu 5130-5192 berperan efektif sejauh ini. Dengan harga saat ini berada di zona tersebut, mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap perkembangan situasi yang ada.
Secara hitungan, berarti harga kemungkinan berada di zona wave (v) yang diperkirakan akan mengalami kenaikan bertahap seperti sebelumnya. Jika diasumsikan rebound pertama dari level terendah 4996 ke high kemarin 5205 sebagai wave 1, maka swing low ke 5109 di malam tadi sebagai wave 2. Ini berarti kenaikan pagi ini sesi Asia hingga selanjutnya didefinisikan sebagai wave 3 yang masih menjadi bagian dari proses kenaikan wave (v) yang dimaksud. Ini akan berlaku selama harga tidak kembali turun di bawah 5083-5109, dan akan valid jika harga akhirnya mampu tembus 5205 dan lanjut menguji zona 5250.
Sebaliknya, jika kenaikan masih rapuh dan belum mampu tembus 5205, maka trader juga perlu waspada pembalikan turun di bawah 5083 akan memicu penurunan lebih lanjut untuk kembali menguji MA 200 H4 di 5028, atau lebih lanjut 4996-5000. Jika ini yang terjadi, maka hitungan sebelumnya untuk progress wave (v) tidak berlaku. Penurunan berpotensi berlanjut hingga zona pink 4854-4907 jika geopolitik tidak menunjukkan eskalasi signifikan sehingga pasar relatif dalam mode profit taking kembali. Sell lebih disarankan jika tembus 5080.
Per jam 10.00 WIB, harga berada di 5177.60 dengan high 5187.96, dan low 5144.79. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 5 Maret 2026, strategi buy masih dipertahankan di zona yang sama, dengan asumsi bahwa kenaikan saat ini di sesi Asia kemungkinan tertahan lebih dulu di zona merah 5187-5205 sehingga memungkinkan untuk terjadinya swing low kembali, dan diperkirakan tetap membentuk formasi higher low sehingga area 5110-5150 berpeluang sebagai area demand yang lebih baik dalam jangka pendek.
Ekspektasi skenario formasi higher low dan consistent high akan membentuk pola mirip ascending triangle, sehingga setelah swing low yang diharapkan muncul, akan dilanjutkan dengan penembusan resistance zona merah tersebut. Dan jika valid, maka kenaikan lebih lanjut mendorong ke zona resistance berikutnya 5240-5250, atau bahkan naik lebih tinggi jika situasi geopolitik menunjukkan eskalasi yang signifikan. Tapi jika tidak, maka kami cenderung melihat zona 5250 sebagai resistance kuat sampai pasar mendapat kejelasan dari situasi geopolitik, terutama menjelang akhir pekan.
Sebaliknya, skenario bearish juga diperhitungkan. Belum adanya eskalasi yang signifikan membuat pasar cenderung berhati-hati sampai data NFP dirilis hari Jumat. Ini berarti potensi rejection di zona merah juga berpeluang membentuk pola double top. Pola ini akan valid jika tembus neckline 5109. Tapi akan lebih kuat jika tembus support 5080 (sedikit di bawah zona ungu 5082-5110) yang diperkirakan bisa memicu penurunan lebih lanjut ke 4996-5000, atau zona abu-abu 4961-4975).
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5140.00 – 5142.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5154 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5182, target terdekat 5192, terjauh 5215, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5134.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5132.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL on Rally
Entry : 5078.00 – 5080.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5058.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5086.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 5085)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
