20 - 24 April 2026
Quick Insights: Perang Berlanjut, Iran Batal Buka Selat Hormuz
Market sempat mendapat kabar positif di Jumat malam saat Iran umumkan akan membuka Selat Hormuz sepenuhnya selama masa gencatan senjata. Kabar tersebut sempat membuat pasar bergairah, terutama emas dekati 4900 dan Nasdaq maupun S&P500 tembus ATH baru. Sayangnya tidak berlangsung lama, pengumuman itu dicabut dan Iran mengatakan Selat Hormuz kembali ditutup karena kecewa dengan Trump yang tetap melanjutkan blokade. Kondisi ini dikhawatirkan membuat rencana pertemuan kedua pihak batal digelar
Gencatan Senjata Tidak Diperpanjang
Sampai artikel ditulis di akhir pekan, Iran maupun AS sama sekali tidak mengkonfirmasi apakah deadline gencatan senjata 22 April akan diperpanjang. Trump bahkan mengancam akan mulai mengebom Iran jika sampai Rabu, 22 April tidak tercapai kesepakatan. Iran pun balik mengancam AS yang dinilai terlalu banyak mengumbar kebohongan, termasuk tentang penyerahan Uranium ke AS yang dianggap tidak sesuai.
Hitung Mundur Jelang Deadline 22 April!
Pertemuan AS-Iran semula dijadwalkan Kamis, 16 April mundur ke akhir pekan, lalu diundur kembali ke hari Senin, 20 April. Pihak Iran menyebut tidak ada batas waktu yang ditentukan kapan pertemuan akan terjadi. Kedua pihak dikabarkan siap lanjutkan perang jika sampai deadline 22 April tidak menemukan kesepakatan apapun, termasuk jika deadline tidak diperpanjang!
Hormuz Kembali Memanas!
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) di hari Sabtu mendeklarasikan Hormuz kembali ditutup sampai AS mencabut blokade. Dua kapal berbendera India dilaporkan mengalami serangan saat melintas. Hal ini dikhawatirkan akan memicu kembali eskalasi di Selat Hormuz. Ketua negosiator Iran Ghalibaf mengatakan kesepakatan harusnya diikuti pendekatan bertahap dengan tindakan timbal balik, dan ingatkan Trump untuk tidak melakukan keputusan sepihak!
Jepang Di bawah Tekanan!
Jepang berada dalam tekanan besar terkait kebijakan moneter ke depan. Dengan data inflasi Maret akan segera dirilis, kemungkinan ini akan menjadi momentum yang menentukan karena kenaikan harga energi sudah mulai dirasakan. Data inflasi Jepang akan dirilis di hari Jumat, dan jika data menunjukkan lonjakan yang kuat, maka kenaikan suku bunga di pertemuan akhir bulan Mei kemungkinan semakin kuat, asalkan kondisi ekonomi saat itu tidak memburuk.
Situasi Genting di Inggris
Trader GBP mungkin harus mencermati perkembangan data Inggris minggu depan. Data pekerjaan, Inflasi dan retail sales Inggris semuanya akan dirilis. Ketiganya akan memberi gambaran tentang kondisi ekonomi negara tersebut, yang dikhawatirkan mulai bersiap untuk kejutan pada ekonomi. Sedangkan zona Euro kemungkinan tertuju pada survey sentimen ekonomi dari ZEW dan juga PMI Jerman yang bisa menggambarkan situasi di kawasan tersebut.
AGENDA DATA EKONOMI
UK Employment
21 Apr 2026
Data ini menghitung perubahan jumlah orang tidak bekerja di Inggris selama periode bulan laporan. Angka yang meningkat mengindikasikan melemahnya pasar tenaga kerja, dan berdampak pada consumer spending dan pertumbuhan ekonomi
US Retail Sales
21 Apr 2026
Laporan ini menghitung perubahan total penjualan di tingkat ritel. Data biasanya menjadi indikator consumer spending yang menunjukkan keseluruhan aktivitas ekonomi
UK CPI
22 Apr 2026
Laporan CPI mengukur perubahan dalam harga barang dan jasa dari sisi konsumen. Ini menjadi kunci untuk mengukur perubahan tren daya beli dan inflasi.
US-Iran Truce Deadline
22 Apr 2026
Untuk sementara sampai artikel ditulis belum ada perubahan, deadline akan berakhir 22 April. Pasar mungkin segera mengetahui paling cepat di hari Senin atau Selasa apakah AS dan Iran setuju memperpanjang untuk memberi waktu pada kesepakatan atau berakhir tanpa kesepakatan
JPY National CPI
24 Apr 2026
National CPI memperhitungkan perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen. Angka yang lebih tinggi akan mendukung untuk kenaikan suku bunga BOJ yang dinantikan. Kemungkinan laporan terbaru sudah mulai memperhitungkan dampak dari kenaikan harga energi pada ekonomi
‘Deadline’ 22 April Menentukan, Apakah Emas Terbang ke $5000-an atau Kandas di Bawah $4500!
Kabar baik sempat membuat emas naik cepat di Jumat malam saat Iran umumkan membuka Selat Hormuz sepenuhnya selama gencatan senjata, membuka peluang kesepakatan damai yang dinantikan semua pihak. Emas saat itu naik dari 4774 ke 4891. Tapi kesempatan itu sirna setelah Iran umumkan kembali tutup Selat Hormuz karena kecewa dengan AS yang tetap pertahankan blokade. Kondisi lebih parah karena Iran belum bersedia kembali bertemu di Pakistan sehingga diplomasi sementara terhambat. Namun, lebih mengenaskan jika deadline 22 April tidak diperpanjang, atau sama sekali tidak ada perdamaian. Emas akan bergantung pada situasi geopolitik. Tekanan berpotensi membuat emas kembali mengancam zona 4554. Senin kemungkinan dibuka gap down karena gagalnya diplomasi. Tapi minggu depan akan lebih serius dengan deadline 22 April. Jika deadline tidak diperpanjang, atau jika AS-Iran sama sekali tidak menemukan kesepakatan damai, emas berpeluang lanjut turun hingga menguji support 4420, atau bahkan turun lebih lanjut dengan zona potensial 4128 dan 4070 sebagai penurunan terjauh. Tapi jika deadline diperpanjang atau AS-Iran damai, kita segera melihat rally tembus 5050 segera terwujud!
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4950, 5050, 5200
(S) : 4624, 4440, 4250
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 96.00, 108.60, 123.00
(S) : 80.00, 75.00, 69.00
“22 April” Bom Waktu! Selat Hormuz Jadi Kunci Utama!
Iran batalkan pembukaan Selat Hormuz pasca kecewa dengan AS yang terus melanjutkan blokade dan juga sikap Trump yang terus mengeluarkan tekanan. Terbaru, Trump mengancam jika sampai Rabu, 22 April tidak terjadi kesepakatan damai, maka AS dan Israel akan kembali melakukan pengeboman ke Iran. Kondisi ini sempat diingatkan Rusia di mana Putin curiga gencatan senjata hanya sebagai tameng AS dan Israel yang sedang menyusun rencana serangan darat. Harga minyak akan ditentukan dari deadline 22 April tersebut. Jika deadline gagal diperpanjang, atau AS-Iran sama sekali tidak mencapai kesepakatan, maka minyak berpeluang naik bahkan tembus 116 dalam waktu singkat setelah kenaikan 2 minggu terakhir yang terhambat di 117. Situasi bisa dengan cepat mendorong minyak tembus $123 per barel jika eskalasi geopolitik meningkat. Sebaliknya, jika (minimal) deadline diperpanjang atau jika AS-Iran mencapai kesepakatan, maka kita segera melihat tekanan berlanjut, minyak potensial tembus di bawah $75 per barel, bahkan kemungkinan sentuh $65-$68, zona sebelum serangan 28 Feb 2026 terjadi.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Candle weekly ditutup bullish, tapi dengan tail atas yang lebih panjang dari tail bawah sehingga dicurigai juga sebagai shooting star, meskipun real body tidak terlalu pendek untuk disebut shooting star. Secara teori, kenaikan masih harus tembus resistance 1.19300. Jika gagal tembus, maka tekanan turun justru mengancam, dan termasuk gap down yang berpotensi terjadi di hari Senin karena kabar buruk dari geopolitik. Waspada support 1.16400! Jika ditembus, tekanan kemungkinan berlanjut ke zona 1.15000. Sebaliknya, jika AS dan Iran berhasil damai, kenaikan berpeluang kembali dominan!
Resistance : 1.18500, 1.20800, 1.22000
Support : 1.16400, 1.13667, 1.11450
Outlook : Bullish
GBPUSD
Kondisi yang mirip juga terjadi pada GBP. Weekly candle bullish, tapi dengan tail atas yang panjang sehingga mirip shooting star, meskipun real body tidak terlalu pendek untuk dianggap shooting star. Kunci utama tetap geopolitik. Risiko tekanan mengancam jika support 1.33890 ditembus. Tapi jika situasi geopolitik reda, termasuk jika gencatan senjata diperpanjang, maka peluang kenaikan berlanjut dan resistance 1.36200 kemungkinan bisa ditembus. Pembukaan gap down di hari Senin kemungkinan akan bergantung perkembangan berikutnya. Bisa saja gap down hanya terbatas, diikuti kenaikan seperti minggu lalu.
Resistance : 1.36400, 1.38000, 1.40000
Support : 1.33800, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish
USDJPY
Kita masih melihat bearish divergence di TF weekly didukung dengan candle bearish yang lebih panjang dari 2 minggu terakhir. Bahkan daily membuka peluang turun lebih lanjut dengan potensi head & shoulders yang terdeteksi. Secara teori, praktis ini mendukung tekanan turun selanjutnya dan peluang tembus 156.800 cukup terbuka. Tapi masalahnya geopolitik yang memanas berpotensi membuat USD menguat kembali dan Yen melemah. Waspada jika ini yang dominan, kita mungkin akan melihat kenaikan berturut-turut menguji 160 dan 161 sebelum akhirnya intervensi Yen menghambat atau jika AS dan Iran berhasil damai.
Resistance : 161.940, 163.000, 164.500
Support : 157.800, 156.400, 154.820
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Candle weekly ditutup bearish sehingga secara teori cenderung mendukung pelemahan dolar lebih lanjut minggu depan. Tapi situasi Jumat menjelang penutupan membuat dolar menguat setelah Iran batal buka Selat Hormuz. Indikasi ini bisa saja direspon pasar saat pembukaan Senin sehingga dolar berpotensi menguat terhadap sejumlah mata uang lain. Fase krusial ada di 3 hari pertama sejak 20-22 April. Jika tidak ada pertemuan dan tidak ada kesepakatan, dolar berpotensi menguat lebih lanjut kembali ke zona 100. Tapi jika terjadi kesepakatan atau deadline diperpanjang, dolar berpotensi turun
Resistance : 100,55, 101.00, 102.00
Support : 97.00, 95.00, 94.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup bullish 3 minggu berturut-turut. Secara teori, teknikal mendukung kenaikan berlanjut minggu depan, dengan potensi ATH baru mungkin terjadi. Area 61000 atau bahkan lebih tinggi bisa terwujud. Tapi kabar buruknya, RSI memberi indikasi lower high sehingga peluang koreksi turun mengancam dengan munculnya bearish divergence. Peluang turun juga dikhawatirkan dibantu gap down di hari Senin karena Iran yang membatalkan pembukaan Hormuz dan negosiasi AS-Iran kemungkinan diundur dan belum ada pertanda gencatan senjata diperpanjang. Waspada tekanan berlanjut jika tembus 58125!
Resistance : 61000, 61800, 62800
Support : 58800, 56000, 54600
Outlook : Bearish
HANG SENG
Candle weekly ditutup bullish. Secara teori mendukung untuk kenaikan lebih lanjut. Namun, situasi geopolitik berubah drastis di akhir pekan. Iran membatalkan pembukaan Hormuz hanya selang beberapa jam setelah mereka umumkan pembukaan sepenuhnya di Jumat malam. Ini bisa menjadi masalah. Hang Seng berpotensi dibuka gap down sesuai penurunan yang bisa mengancam ekuitas global. Penurunan bisa mengancam balik hingga zona 25400 jika tekanan geopolitik terus memanas mendekati deadline 22 April gencatan senjata AS-Iran. Tapi jika diperpanjang, indeks saham global, termasuk Hang Seng berpeluang kembali rebound. Semua tergantung AS-Iran!
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25650, 24400, 23600
Outlook : Bullish
NASDAQ
Candle weekly kembali ditutup bullish untuk ketiga kalinya dalam 3 minggu beruntun. Bahkan gap yang terjadi di 8 April sama sekali belum ditutup. Kabar positif di hari Jumat malam sempat mendorong indeks cetak ATH baru. Secara teori, teknikal mendukung bullish minggu depan dan ATH baru berpeluang kembali dicetak. Namun, kabar akhir pekan kurang kondusif setelah Iran batalkan pembukaan Hormuz karena kecewa pada AS. Waspadai pembukaan gap down Senin, dengan support terdekat diperkirakan 26000 kemungkinan ditembus, tapi jika diplomasi berlanjut, maka penurunan relatif terbatas
Resistance : 27500, 28200, 29000
Support : 26025, 25000, 24000
Outlook : Bullish
DOW JONES
Candle weekly kembali ditutup bullish untuk ketiga kalinya dalam 3 minggu secara beruntun. Kenaikan terbaru cukup impresif didukung kenaikan hari Jumat yang cepat karena Iran sempat mengumumkan pembukaan Selat Hormuz sepenuhnya selama gencatan senjata. Risk asset pulih, saham rally, walau Dow Jones belum cetak ATH baru. Secara teknis, minggu depan harusnya lanjut naik. Tapi kabar terbaru di akhir pekan melaporkan Iran kembali tutup Selat Hormuz karena kecewa pada AS yang tetap lakukan blokade. Waspada pembukaan gap down di hari Senin, dan support 48500 terancam!
Resistance : 50600, 51200, 52000
Support : 49000, 48500, 47500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
