4 - 8 Mei 2026
Quick Insights: Geopolitik Masih Buntu Jelang Rilis Non Farm Payrolls
Perhatian tertuju pada data NFP yang akan dirilis minggu depan, sedangkan situasi geopolitik juga tetap belum menemukan progres nyata dari pembicaraan diplomatik AS-Iran. Ini akan membuat pasar global tetap terjebak dalam situasi geopolitik sehingga kenaikan yang terjadi pun berpotensi terhambat. Di sisi lain, kondisi makroekonomi masih sangat kompleks dan membebani sentimen secara keseluruhan. Dengan oil kembali di atas $100, memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi.
Jepang Akhirnya Intervensi Yen
Menteri Keuangan Jepang akhirnya melakukan intervensi pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2026 setelah Yen sempat tembus 160.00. MoF Jepang melakukan penjualan US dolar dan membeli Yen untuk menindak para spekulan yang dicurigai berada di balik pelemahan Yen. Perkiraan awal kemungkinan melebihi $30 miliar, setara dengan intervensi yang dilakukan di 2024. Meski demikian, kejadian 2024 menunjukkan tindakan sepihak tidak akan bertahan lama tanpa perubahan fundamental ekonomi
Iran Buka Peluang Lanjut Diplomasi
Presiden Trump mengatakan akan meninjau tawaran perdamaian terbaru Iran, tapi tidak akan menghapus peluang dimulainya kembali serangan yang menargetkan militer Iran jika rezim yang berkuasa dianggap berperilaku buruk. Trump tampak frustasi dengan tidak adanya kemajuan dalam negosiasi perdamaian. Menlu Iran menyebut bahwa Iran siap untuk lanjutkan upaya diplomasi asalkan Amerika mengubah pendekatan mereka dan tidak melakukan tuntutan berlebihan, retorika ancaman dan tindakan provokatif lainnya.
Pembuktian Data Tenaga Kerja AS
Analis memperkirakan penambahan 73K pekerjaan dalam ekonomi AS bulan April, turun dibandingkan data Maret 178K. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4.3%. Beberapa bahkan memperkirakan angka pengangguran bisa turun ke 4.2.%. Dalam presscon terakhirnya sebagai Ketua Fed minggu lalu, Powell mencatat bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah karena lapangan kerja yang tetap rendah, dan bukan penyebab inflasi. Penurunan suku bunga perlu kemajuan dalam energi, tarif dan pelunakan pasar tenaga kerja
OPEC+ Meeting Tanpa UEA
Pertemuan OPEC di tanggal 3 Mei menjadi menarik karena UEA sudah resmi keluar per 1 Mei 2026. Keluarnya UEA berarti menghilangkan produsen utama dari keterbatasan kuota dan melemahkan kohesi dalam grup produsen. Dengan 7 negara anggota yang tersisa dalam “OPEC-7”, kemungkinan akan melanjutkan peningkatan produksi Juni sekitar 188K bph, turun dari sekitar 206K bph karena keluarnya UEA. Tujuan utama saat ini untuk memberi sinyal bisnis tetap berjalan dan mempertahankan kredibilitas meski ada perpecahan struktural.
US ISM Services PMI
Data PMI services naik menjadi 51.3 di bulan April, dari sebelumnya 49.8. Angka ini merupakan tertinggi dalam 2 bulan terakhir. S&P mencatat bahwa aktivitas layanan mencatatkan ekspansi terlemah kedua dalam 1 tahun terakhir karena permintaan yang semakin mendingin. Bisnis baru hanya naik sedikit, dibebani penurunan permintaan ekspor dan ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah. Data S&P juga menunjukkan tentang gambaran ketenagakerjaan yang datar secara umum menandai bulan-bulan terlemah yang tercatat sejak akhir 2024
AGENDA DATA EKONOMI
US Fed John Williams speaks
4 Mei 2026
Pidato Presiden Fed New York John Williams akan membuka kesibukan Senin. Williams saat ini menjadi pembicara yang paling berpengaruh, jadi pasar akan mencermati pernyataannya yang mungkin dianggap sinyal untuk keputusan suku bunga berikutnya
US ISM Non Manufacture PMI
5 Mei 2026
Data ISM non manufacture PMI atau ISM services PMI adalah data berikutnya yang perlu dicermati trader. Trader perlu mencermati data ini karena sektor jasa biasanya terkait dengan komponen tenaga kerja, meskipun tidak langsung berpengaruh pada data NFP Jumat
US ADP Employment Change
6 Mei 2026
Sebelum rilis NFP Jumat, biasanya trader akan mengaitkan data ADP ini dengan kemungkinan data NFP Jumat. Meski tidak selalu korelasi positif, data ADP bisa memberi gambaran situasi tenaga kerja di sektor swasta
EUR Retail Sales
7 Mei 2026
Trader mata uang, terutama Euro, sebaiknya memantau data retail sales zona Euro di hari Kamis, dan juga ada agenda pembicaraan dari Presiden ECB Christine Lagarde. Biasanya selalu dikaitkan juga dengan petunjuk tentang suku bunga yang diharapkan naik di pertemuan Juni mendatang
US NFP & Unemployment rate
8 Mei 2026
Data puncak yang semua trader nantikan adalah pasar tenaga kerja AS. Laporan NFP dan tingkat pengangguran akan sensitif untuk pertimbangan Fed di pertemuan berikutnya di saat Kevin Warsh mulai memimpin rapat. Dengan perang yang mulai terasa dampaknya, kejutan pada data bisa memberi dampak pergerakan signifikan
Belum Aman! Kebuntuan Geopolitik dan NFP Bisa Ancam Emas! Waspada Kejutan!
Perang di Timur Tengah masih buntu, tidak ada perkembangan yang signifikan mengarah pada solusi, meskipun di sisi lain relatif tenang tanpa ada eskalasi militer. Namun demikian, pasar belum bisa bernafas lega karena Trump disebut-sebut sudah menerima briefing untuk opsi serangan lanjutan. Sejauh ini penutupan Selat Hormuz masih menjadi target utama daripada serangan militer. Tapi hasil briefing adalah tentang serangan singkat untuk memberikan efek tekanan pada Iran supaya mau kembali ke kesepakatan nuklir. Di sisi lain, emas akan sensitif pada data NFP dan unemployment rate selain geopolitik. Jika kondisi geopolitik tenang tanpa militer, maka fokuslah pada data ekonomi. Sebaliknya, jika situasi memanas, maka fokuslah pada geopolitik, meski data ekonomi membuat kejutan lemah. Support 4428 dan 4184 adalah zona support yang perlu diwaspadai jika geopolitik memanas,. Sedangkan resistance 4730 akan menjadi test utama yang diperlukan untuk bullish seandainya geopolitik reda, tapi tetap harus tunggu NFP yang lemah. Jika data melemah, geopolitik tenang, maka peluang terbuka untuk kenaikan ke zona 4800 dan 4875
Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4730, 4850, 4950
(S) : 4550, 4420, 4185
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 108.60, 115.00, 123.00
(S) : 96.00, 90.00, 87.95
Pasar Ragukan Pengumuman Trump, Waspadai Eskalasi, Zona Resistance 110 Kembali Terancam!
Meski Trump umumkan perang dengan Iran sudah selesai pada Kongres, tapi kenyataan di lapangan situasi justru menemukan kebuntuan. Blokade Selat Hormuz terus dilakukan AS, meskipun peluang diplomasi juga tetap diupayakan. Tapi lagi-lagi pasar melihat Trump yang tidak senang terhadap proposal Iran terbaru. Kondisi bisa lebih buruk jika Trump akhirnya mereset kembali dari awal perang pada Iran karena aturan 60 hari terhindar. Trump merasa tidak perlu lagi mendapat izin dari Kongres karena perang sudah selesai. Tapi pasar mencium kondisi sebaliknya. Weekly candle ditutup bullish, tapi dengan tail atas yang panjang karena rejection dari zona 110. Namun, situasi geopolitik yang tidak jelas membuat penurunan di Jumat tidak berlanjut di bawah 100. Jika support area 100 bisa ditembus, maka peluang penurunan bisa berlanjut hingga kisaran 95 atau 92. Namun, situasi geopolitik yang tidak berubah signifikan akan mempersulit penurunan lebih lanjut. Waspada resistance 110 bisa kembali ditembus jika situasi geopolitik kembali memanas, terutama ancaman serangan di akhir pekan jika AS dan Iran tidak segera mencapai kesepakatan.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Candle weekly ditutup spinning tops untuk kedua kalinya dalam 2 minggu beruntun. Kenaikan sebenarnya sempat terjadi setelah pengumuman ECB, tapi redup setelah Jumat simpang siur dengan posisi geopolitik AS-Iran. Di sisi lain, data retail sales minggu depan mungkin bisa menjadi harapan, termasuk pidato Lagarde. Jika memberi keyakinan tentang kenaikan suku bunga, maka peluang kenaikan bisa kembali terjadi. Zona 1.18000 mungkin sebagai target yang sekaligus membuka jalan jika berhasil tembus. Tapi jika sinyal dovish Lagarde, maka peluang penurunan mengancam zona support 1.16400
Resistance : 1.18500, 1.20800, 1.22000
Support : 1.16400, 1.13667, 1.11450
Outlook : Bearish
GBPUSD
Candle weekly ditutup bullish dan berhasil mempertahankan bias bullish. Namun, situasi tidak akan mendukung jika geopolitik kembali memanas. Resistance 1.37800 tetap target utama, jika bias bullish terus menguat. Tapi sebaliknya, ancaman penurunan bisa terjadi jika tembus support 1.33900. Zona Inggris hanya akan bergantung pada data PMI, sisanya akan bergantung pada perkembangan geopolitik dan juga USD. Secara teknis, kenaikan harian juga cukup riskan mengalami kebuntuan, terutama jika gagal tembus kembali resistance 1.36560, high hari Jumat.
Resistance : 1.36610, 1.38000, 1.40000
Support : 1.33500, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish
USDJPY
Sepertinya Katayama benar-benar serius dengan ucapannya “mencermati forex dengan seksama”, terutama dengan risiko geopolitik yang terus membayangi dan juga gagalnya BOJ meyakinkan pasar setelah keputusannya minggu lalu tidak terlalu hawkish. Ruang intervensi masih terbuka, terutama jika Yen kembali dekati zona 159-160. Untuk saat ini, support 155.500 cukup efektif, tapi jika tekanan bisa berlanjut, maka zona 153.000 secara teori menjadi target penurunan berikutnya. Sedangkan jika intervensi kembali dilancarkan, maka bisa harapkan penurunan lanjutan hingga zona 151.900. Posisi USD setelah data ekonomi AS minggu depan bisa juga menjadi petunjuk
Resistance : 157.800, 160.500, 161.940
Support : 155.480, 154.820, 151.960
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Candle weekly ditutup bearish setelah sebelumnya dibuka gap up di awal pekan. Kondisi ini seharusnya mendukung pelemahan dolar lebih lanjut minggu depan. Namun, situasi bisa berubah drastis jika geopolitik kembali menemukan kebuntuan. Pasar akan mencermati kemungkinan pertemuan AS-Iran Senin. Tapi sejauh ini belum ada konfirmasi dari AS. Termasuk juga kebingungan terhadap pengumuman Trump tentang berakhirnya perang dengan Iran. Pasar masih harus mewaspadai kemungkinan perang akan berlanjut minggu depan.
Resistance : 99.500, 100,55, 101.5
Support : 97.00, 95.00, 94.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup spinning tops, secara teori peluang turun dan naik cenderung seimbang. Peluang turun bisa membebani jika Jepang kembali kerahkan intervensi untuk memperkuat Yen, dan di sisi teknis juga didukung oleh peluang bearish divergence. Namun, di sisi eksternal akan sensitif pada perkembangan geopolitik. Waspada penurunan di bawah 57470! Jika ini terjadi, maka peluang penurunan cukup terbuka untuk berlanjut kembali di bawah 57000. Di sisi lain, kenaikan di sektor teknologi AS kemungkinan menjadi pendukung tambahan yang membuka ruang melirik zona 61800, cetak ATH baru
Resistance : 60960, 61000, 61800
Support : 59010, 5835, 56120
Outlook : Bearish
HANG SENG
Candle weekly ditutup bearish untuk kedua kalinya dalam 2 minggu beruntun. Situasi domestik cenderung belum mendapat kepastian tentang dukungan pemerintah terhadap permintaan domestik. Namun secara teknis, penurunan masih di dalam zona normal di mana tren channel mingguan dalam posisi bullish, dan posisi support 25000 yang masih menahan penurunan. Tapi minggu depan akan menjadi fase krusial jika zona ini kembali diuji karena peluang tembus semakin riskan. Waspada penurunan bisa berlanjut ke zona 24400 jika support 25000 dipatahkan! Sebaliknya, kenaikan berpotensi lanjut jika mampu minimal naik di atas 26000
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25000, 24669 23600
Outlook : Bearish
NASDAQ
Candle weekly ditutup bullish dan sepertinya semakin memvalidasi pola 3 white soldiers yang ditemukan sebelumnya. Laporan pendapatan sektor teknologi yang kuat menjadi pendorong selain keputusan Fed untuk menahan suku bunga. Kondisi ini berpotensi membuat Nasdaq cetak ATH baru. Tapi rekor mungkin akan terhenti jika data NFP menguat dan situasi geopolitik semakin suram. Peluang koreksi turun bisa terjadi dengan zona 26390 diharapkan sebagai support terjauh seandainya itu terjadi. Namun, jika geopolitik suram, maka peluang penurunan tajam bisa lewati zona tersebut, dan membuka peluang turun ke zona 24450
Resistance : 28200, 29000, 29500
Support : 27350, 26500, 25500
Outlook : Bullish
DOW JONES
Candle weekly ditutup candle doji mirip hanging man (karena di zona resistance), tapi juga bisa dianggap hammer (potensi naik). Tapi posisi Dow tidak terlalu menguntungkan karena terancam oleh potensi bearish divergence seandainya RSI gagal lanjutkan kenaikan lebih tinggi dari puncak sebelumnya. Namun, secara teknis, kita mungkin akan melihat terbukanya peluang pembentukan pola V-shape atau V-bottom dengan neckline kisaran 50600. Dengan laporan pendapatan yang positif dan Fed enggan menaikkan suku bunga, maka satu-satunya penghalang datang dari ketidakpastian geopolitik
Resistance : 50600, 51200, 52000
Support : 49000, 48500, 47500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
