Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 13 - 17 Juli 2026

Published on 07/18/2026

ABT, PM, dan AAPL memimpin penguatan pekan ini berkat laporan keuangan solid, sementara IBM anjlok tajam akibat hasil awal Q2 yang mengecewakan dan tekanan kompetitif di sektor AI. Simak analisis lengkap top gainers dan losers pekan ini.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Di tengah koreksi Nasdaq yang tertekan kekhawatiran belanja AI dan sell off semikonduktor akibat kemunculan model AI open source Kimi K3 dari China, sejumlah nama defensif dan blue chip justru mencatat kenaikan solid berkat laporan keuangan yang melampaui ekspektasi. Musim earnings kuartal kedua menjadi pembeda utama minggu ini, membuktikan bahwa kekuatan fundamental individual jauh lebih menentukan pergerakan harga dibanding sentimen indeks secara keseluruhan.

1. Abbot Laboratories (#ABT) +8.60%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juli 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $137.49
Weekly Range: $87.59 - $102.14
Previous Close Price: $100.74 (17 Juli 2026)

Abbott Laboratories (ABT) memimpin daftar penguatan dengan lonjakan lebih dari 8% setelah laporan Q2 yang solid. EPS tercatat $1.31, melampaui estimasi pasar, dengan pendapatan $12.59 miliar. Manajemen bahkan menaikkan proyeksi laba penuh tahun ke kisaran $5.45 sampai $5.60 per saham, ditopang pertumbuhan segmen Diagnostics sebesar 13% yang berhasil menutupi perlambatan di lini Diabetes Care. Saham ditutup di $100.74, dan target harga analis yang berkisar $112 sampai $135 menunjukkan ruang penguatan masih terbuka meski insiden serangan siber di unit diagnostik kanker sempat jadi sorotan.

2. Philip Morris International (#PM) +6.51%

logo philip morris internasional 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 25 Juni 2026 ($1.47)
52-Week Range: $142.11 - $194.62
Weekly Range: $175.75 - $194.98
Previous Close Price: $192.68 (17 Juli 2026)

Philip Morris International (PM) naik ditopang persetujuan FDA untuk produk kantong nikotin ZYN sebagai produk risiko termodifikasi, sebuah tonggak regulasi penting untuk transisi perusahaan ke produk bebas asap. Saham sudah menguat 22.3% dalam 90 hari terakhir dan ditutup mendekati level tertinggi 52 minggu di $192.68. Laporan Q2 dijadwalkan rilis 22 Juli dengan ekspektasi pendapatan $10.56 miliar dan EPS $2.04. Catatan penting, P/E saat ini di 27.2x sudah berada di atas rata-rata industri, jadi valuasi mulai mencerminkan ekspektasi optimis pasar.

3. Apple Inc. (#AAPL) +5.26%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $334.99
Weekly Range: $312.77 - $335.02
Previous Close Price: $333.70 (17 Juli 2026)

Apple (AAPL) ikut menguat berkat upgrade rating dari HSBC dari Hold ke Buy, dengan target harga dinaikkan tajam dari $260 ke $366. Momentum ini didukung arus kas operasi $82.7 miliar sepanjang paruh pertama tahun fiskal 2026 dan percepatan pertumbuhan pendapatan ke 12.76% di Q2. Pipeline produk seperti iPhone 18 Pro dan rumor iPhone lipat turut memperkuat sentimen, membuat Apple relatif tahan banting di tengah selloff sektor teknologi secara umum. Saham ditutup $333.70, hanya berjarak tipis dari puncak 52 minggu di $334.99.

4. Chevron Corporation (#CVX) +4.73%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $178.58 - $188.17
Previous Close Price: $187.49 (17 Juli 2026)

Chevron (CVX) diuntungkan oleh langkah strategis menandatangani perjanjian awal pengembangan ladang minyak Iraq, West Qurna-2 dan Nasiriyah, yang secara eksplisit bertujuan mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah. Harga minyak yang naik akibat ketegangan kawasan turut mengangkat saham energi. Laporan Q2 dijadwalkan 31 Juli dengan proyeksi EPS $5.60 dan pendapatan $56.17 miliar. Payout ratio yang melonjak ke 122% patut dicermati karena mengindikasikan dividen saat ini dibayar melebihi laba bersih, meski dividend yield 4.21% tetap menarik bagi investor income.

5. Adobe Inc. (#ADBE) +4.37%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $376.16
Weekly Range: $217.60 - $239.95
Previous Close Price: $236.76 (17 Juli 2026)

Adobe (ADBE) menjadi pengecualian menarik, tetap naik tipis meski sektor teknologi mengalami tekanan berat akibat peringatan IBM soal pergeseran belanja enterprise dari software ke hardware. Saham sempat terkoreksi 41% dari puncak 52 minggu akibat kekhawatiran transisi ke model freemium dan risiko terhadap pertumbuhan pendapatan berulang tahunan. Namun valuasi kini jauh lebih murah dengan P/E di 14.49x, sementara margin operasi tetap kuat di 36.07% dan margin kotor 89.40%, menunjukkan efisiensi biaya masih terjaga di tengah tekanan sentimen.

1. International Business Machines Corporation (#IBM) -27.40%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $204.44 - $332.46
Weekly Range: $204.56 - $296.55
Previous Close Price: $217.51 (17 Juli 2026)

IBM menjadi saham dengan penurunan terbesar minggu ini setelah anjlok signifikan pada hari Selasa akibat hasil awal Q2 yang mengecewakan. CEO Arvind Krishna secara terbuka mengakui hasil ini sebagai kekecewaan, dengan pendapatan hanya naik 1% ke $7.2 miliar, jauh dari estimasi. Penyebab utamanya adalah pergeseran belanja modal enterprise dari mainframe ke server dan storage. Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan kompetitif kini juga datang dari sisi AI, di mana tools otomasi coding mulai mengancam relevansi jasa modernisasi sistem legacy yang selama ini jadi andalan IBM. Analis Citigroup dan JP Morgan langsung memangkas target harga meski masih mempertahankan rating masing-masing. Laporan resmi Q2 dijadwalkan 22 Juli, dan valuasi saat ini di 16.85x forward earnings masih premium dibanding rata-rata industri 11.93x.

2. Intel Corporation (#INTC) -9.35%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $89.59 - $109.23
Previous Close Price: $95.06 (17 Juli 2026)

Intel (INTC) tertekan bersama sektor semikonduktor secara luas setelah startup asal China, Moonshot, merilis model AI open source Kimi K3 yang memicu kekhawatiran atas dominasi AS di ruang AI. Indeks PHLX Semiconductor turun lebih dari 9% dalam sepekan akibat sentimen ini, dan saham ditutup di $95.06, masih jauh dari puncak 52 minggu di $142.35. Di sisi lain, Intel punya rekor mengejutkan investor dengan rata-rata earnings surprise 1,443.75% dalam dua kuartal terakhir. Laporan Q2 dijadwalkan rilis 23 Juli dengan proyeksi EPS $0.22 dan pendapatan $14.4 miliar, jadi ada ruang kejutan positif jika histori ini berlanjut.

3. Oracle (#ORCL) -8.54%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $121.50 - $345.72
Weekly Range: $122.18 - $138.47
Previous Close Price: $126.48 (17 Juli 2026)

Oracle (ORCL) melanjutkan tren pelemahan tajam, kini turun 47.6% dalam setahun terakhir, seiring investor semakin cemas dengan beban belanja modal untuk infrastruktur AI. Free cash flow tahun fiskal penuh tercatat negatif $23.69 miliar melawan capex $55.66 miliar, memaksa manajemen berencana menggalang sekitar $40 miliar lewat utang dan ekuitas di FY2027. S&P bahkan menurunkan peringkat kredit ke BBB-. Jim Cramer secara terbuka menyarankan investor menjual saham ini karena dianggap terlalu berisiko untuk portofolio pensiun. Namun perlu dicatat, pertumbuhan bisnis cloud infrastruktur (IaaS) tetap kuat naik 93% year over year, dengan remaining performance obligations melonjak 363% ke $638 miliar, jadi ada dua sisi cerita yang saling bertentangan di sini.

4. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) -7.42%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $149.22 - $584.73
Weekly Range: $460.28 - $567.44
Previous Close Price: $496.06 (17 Juli 2026)

AMD ikut terseret sentimen negatif sektor chip akibat kekhawatiran kompetisi dari model AI China yang sama, ditambah volatilitas luas di seluruh industri semikonduktor. Meski demikian, histori earnings surprise AMD tetap solid di rata-rata 10.65% dalam dua kuartal terakhir, memberi optimisme jelang laporan Q2 pada 4 Agustus. Sorotan pekan depan ada di konferensi Advancing AI tanggal 22 sampai 23 Juli, di mana perusahaan diperkirakan memperkenalkan lini GPU generasi baru MI500 serta kemungkinan kemitraan baru dengan perusahaan teknologi besar.

5. QUALCOMM Incorporated (#QCOM)-4.50%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 3 September 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $164.98 - $188.14
Previous Close Price: $171.92 (17 Juli 2026)

Qualcomm (QCOM) melemah mengikuti tekanan sektor secara umum, namun sebenarnya sedang memperkuat posisi jangka panjang lewat kesepakatan pasokan otomotif dengan Micron dan mitra kendaraan lain, fokus pada kendaraan berbasis AI dan edge computing. Margin kotor sedikit tergerus ke 54.80% dari 55.10% di kuartal sebelumnya, tapi valuasi P/E justru turun tajam ke 13.67x dari 34.90x, membuat saham ini terlihat jauh lebih murah dibanding beberapa bulan lalu. Laporan Q2 dijadwalkan 29 Juli


Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan satu pola penting: laporan keuangan individual jauh lebih berpengaruh terhadap harga saham dibanding arah indeks secara umum. Nama seperti ABT dan CVX naik murni karena eksekusi bisnis dan katalis spesifik, sementara IBM dan ORCL turun karena masalah struktural di model bisnis masing-masing, bukan sekadar ikut arus market. Untuk pekan depan, perhatian utama tetap tertuju pada rilis earnings IBM, INTC, AMD, dan QCOM yang berpotensi menambah volatilitas signifikan di masing-masing saham.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)