Weekly Newsletter Ed. 319

Published on 08/02/2026


3 - 7 Agustus 2026


Quick Insights: Status Selat Hormuz Bikin Pasar Minyak Tidak Tenang

crude oil shipments

Harga minyak WTI ditutup naik di level $86 pada penutupan Jumat. Secara umum rebound dari penurunan mingguan saat para trader sempat meyakini bahwa diplomasi bisa memulihkan jalur yang bisa dilalui di Selat Hormuz, tapi kemudian premi risiko sebagian besar kembali terbentuk setelah ketegangan militer kembali memanas. Saat artikel ditulis, kabar menyebut Trump jengkel dengan sikap Iran dan pesimis diplomasi terbaru bisa mencapai kesepakatan, sehingga akhirnya memerintahkan serangan paling cepat akhir pekan ini. Pasar minyak dipastikan belum tenang selama Selat Hormuz tidak menentu

Akhirnya Yen di-”Intervensi”!

Secara umum, dolar ditutup mix di hari Jumat. Tapi sorotan utama tertuju pada Yen Jepang yang menguat 2 hari berturut-turut karena meningkatnya spekulasi bahwa otoritas Jepang bersiap untuk mendukung mata uang Yen. Check-rate dan kemungkinan intervensi mungkin sudah dilakukan, dan Yen turun dari puncak 163 hingga 157. Akankah penguatan ini stabil di tengah keputusan BOJ untuk tetap pertahankan suku bunga?

Geopolitik vs NFP: The Battle Continues!

Secara garis besar, pasar belum akan terlepas dari bayang-bayang situasi geopolitik, memasuki pekan pertama Agustus. Kondisi ini disebabkan beredar kabar bahwa Trump memerintahkan pasukannya untuk kembali menyerang Iran paling cepat di akhir pekan (1-2 Agus 2026 karena meragukan tercapainya kesepakatan. Pertarungan antara data ekonomi vs geopolitik pun berlanjut di mana minggu depan pasar kembali fokus dengan Non Farm Payrolls (NFP) setelah pasar dibuat bingung dengan sikap Kevin Warsh di FOMC minggu lalu.

Hormuz is The Key!

Kestabilan Selat Hormuz adalah kunci utama untuk mengarungi pasar minggu depan. Diplomasi yang diawali minggu lalu dengan dihentikannya serangan sementara oleh AS dan usulan Oman tentang pengelolaan regional Selat Hormuz sempat memberi angin segar. Jika rute tersebut bisa dibuka kembali dengan kesepakatan yang bisa diterima Iran dan negara-negara Teluk, maka gangguan pasokan akan bersifat sementara. Tapi hal ini rapuh setelah Iran menolak rencana Oman, dan ketegangan pun kembali membayangi.

Welcome August, Bad News & Good News for Market

Memasuki bulan Agustus, banyak pertimbangan yang mungkin akan menjadi penentu bagi penggerak market selanjutnya. Setelah Fed tahan suku bunga di bulan Juli, pasar kembali fokus pada data NFP dan CPI sebelum mendengar petunjuk di Jackson Hole Symposium yang akan digelar akhir bulan. USDJPY mengakhiri Juli dengan harapan manis saat otoritas Jepang akhirnya dicurigai turun langsung kendalikan Yen hingga turun dari 163 ke 157. Tapi apakah ini pertanda penguatan berlanjut?

Ternyata performa USDJPY di bulan Agustus dalam 15 dan 20 tahun terakhir tidak menunjukkan hal itu. Yen justru tercatat melemah di bulan Agustus, dan hanya tercatat menguat di 2 tahun terakhir. Di sisi lain, S&P500 justru mencatatkan performa positif di bulan Agustus dalam kurun waktu 15-20 tahun terakhir, dan bahkan sangat kuat di 2 tahun terakhir. Meski pasar dibayangi potensi kenaikan suku bunga dan ketidakpastian sikap Fed ke depan, tapi performa impresif ini kemungkinan masih akan membuat indeks diperhitungkan, terutama jika data ekonomi AS meredam potensi kenaikan suku bunga

yen banknotes
world-monetary

AGENDA DATA EKONOMI

US ISM Manufacture

3 Agt 2026

AS juga akan merilis versi S&P Global 15 menit sebelum versi ISM. Tapi di saat keduanya dirilis bersamaan, maka pasar cenderung fokus pada versi ISM yang dianggap lebih berdampak. Data yang lemah akan mendukung pelemahan dolar. Data yang kuat mendukung penguatan dolar

US ISM Services

5 Agt 2026

AS juga akan merilis versi S&P Global 15 menit sebelum versi ISM. Tapi di saat keduanya dirilis bersamaan, maka pasar cenderung fokus pada versi ISM yang dianggap lebih berdampak. Data yang lemah akan mendukung pelemahan dolar. Data yang kuat mendukung penguatan dolar

US ADP

5 Agt 2026

Data ini mengukur perubahan bulanan pada data non-farm dari pekerja swasta. Dirilis 2 hari sebelum data pemerintah (NFP) sehingga sering dikait-kaitkan memberi gambaran pasar pekerjaan sebelum NFP rilis Jumat. Angka yang lemah bisa jadi lampu hijau untuk emas maupun saham. Angka yang kuat berpotensi menekan keduanya.

EUR & UK PMI Services

5 Agt 2026

Inggris dan Eropa sama-sama akan merilis data PMI sektor jasa. Masing-masing diharapkan menunjukkan angka yang stabil. Dengan demikian seharusnya tidak berdampak signifikan pada kedua mata uang, kecuali jika didapatkan hasil yang “menguat” lebih tinggi atau “melemah” jauh lebih rendah sehingga berpotensi mengguncang mata uang

US NFP & Unemployment Rate

7 Agt 2026

Laporan ini adalah puncak dari semua data ekonomi AS yang rilis sepanjang minggu depan. NFP menjadi indikator aktivitas ekonomi yang juga dipertimbangkan pada kebijakan Fed. Data yang menguat akan semakin memperkokoh alasan kenaikan suku bunga Fed. Tapi data yang lemah bisa meredam ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut

gold-bullion-bars

Harap Sabar! Risiko Geopolitik kembali bayangi bersama dampak Non Farm Payrolls!

Ini mungkin kesekian kalinya dalam 1 bulan berturut-turut harga emas terus berada di zona yang relatif sama. Kenaikan ke zona 4120 tidak mampu bertahan dan berlanjut di atas zona tersebut. Hal itu membuat emas kembali ditutup di zona 4040, meskipun itu diraih dengan susah payah setelah sempat turun hingga 4021 di hari Jumat. Peluang untuk kenaikan di atas 4120 bisa kembali terbuka jika didukung oleh NFP yang jauh lebih lemah, dan/atau kondisi geopolitik yang akhirnya mereda. Sebaliknya, risiko penurunan di bawah 3970 akan sangat terbuka jika geopolitik memanas, dan atau NFP “mengejutkan” jauh lebih kuat. Ya, penentunya tetap berada di data ekonomi dan juga geopolitik. NFP yang lemah akan berakhir sia-sia jika Trump akhirnya luncurkan kembali serangan ke Iran sehingga memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas yang menyebabkan lonjakan harga energi sehingga membuka kembali kekhawatiran inflasi. Sebaliknya, jika geopolitik reda, maka hanya tinggal memastikan data NFP lemah untuk membuat emas dengan mudah bangkit dan naik di atas 4120.

Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) :4120, 4165, 4240
(S) : 3943, 3886, 3717

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 93.40, 97.00, 104.40
(S) : 84.70, 80.00, 77.40

Hormuz Masih Riskan! Situasi Geopolitik Terus Membuat Pasar Minyak Bergejolak

Kita belum pada situasi yang aman dan nyaman untuk melihat minyak lanjutkan penurunan seperti yang terjadi di bulan Juni. Hal ini dikarenakan kondisi geopolitik yang tetap tidak menentu. Minggu lalu, Trump menghentikan sementara serangan ke Iran dengan alasan memberi jalan untuk diplomasi. Setelah FOMC, Trump justru kembali mengatakan mempertimbangkan untuk kembali menyerang Iran paling cepat di akhir pekan (1 - 2 Agustus 2026) jika Iran tetap tidak mau bersepakat. Secara teknis, kenaikan mungkin hanya dianggap sebagai jalan untuk menutupi gap di zona 90, area penutupan Jumat, 24 Juli 2026. Tapi kondisinya bisa saja kenaikan justru berlanjut di atas 90 dan mengancam zona 93 jika geopolitik terus memanas. Zona 100 sangat mungkin terjadi jika dalam skenario tersebut. Sebaliknya, jika kekhawatiran tersebut tidak terbukti, maka minyak dengan cepat bisa kembali turun dan menguji zona 80. Dan tentunya penembusan di bawah 79-80 berpeluang mendukung tekanan lebih lanjut ke zona 75-77.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

euro-inflation-interest
EURUSD

Status head & shoulders di weekly chart kemungkinan terhenti setelah penutupan minggu kemarin berhasil naik kembali di atas 1.14200 yang merupakan neckline dari pola tersebut (tercatat close di 1.15263). Dengan demikian secara teknis Euro cenderung menguat minggu depan. Tapi sebelum itu, daily harus bisa menembus resistance 1.15240-1.15600 lebih dulu. Jika gagal, maka kenaikan diragukan alias rapuh. Namun, situasi geopolitik mungkin jadi penentu apakah penguatan Euro berlanjut atau selesai dan berbalik turun. Pasar butuh kepastian dari sisi geopolitik untuk membuat dolar kembali melemah

Resistance :  1.16400, 1.18480, 1.19000

Support  :  1.13300, 1.11450, 1.09250

Outlook : Bullish

uk-economy-inflation-rate
GBPUSD

Daily candle ditutup menguat, tapi weekly jauh lebih kuat sehingga secara teori harusnya mendukung kenaikan GBP lebih lanjut di sesi perdagangan minggu depan. Rintangan data ekonomi cukup berbobot dari data PMI, tapi hidangan utama adalah geopolitik dan nasib USD setelah data ekonomi AS dirilis. Jika dolar kembali melemah, GBP akan lebih mudah lanjutkan penguatannya pasca sikap hawkish pejabat MPC minggu lalu. Sebaliknya, geopolitik mungkin akan membebani sentimen sehingga dolar akan menjadi safe haven dan tekanan untuk GBP kembali mengancam.

Resistance :  1.35500, 1.37800, 1.38680

Support  :  1.33900, 1.32000, 1.30000

Outlook : Bullish

yen-banknotes
USDJPY

Yen akhirnya menguat setelah otoritas Jepang dicurigai mulai bertindak di hari Kamis dan Jumat untuk mendukung Yen. Situasi ini mungkin masih bisa berlanjut jika Jepang terus berupaya menargetkan penguatan yang stabil. Tapi tantangannya adalah US Treasury Yield. Seberapa kuatpun Jepang mengintervensi, situasinya akan tetap sulit jika US Treasury Yield tetap menguat sehingga carry trade tetap membayangi, apalagi setelah BOJ mempertahankan suku bunga. Waspadai pembalikan di atas 160 bisa kembali terjadi. Saat ini zona 157 dan 155 adalah zona support psikologis yang perlu dicermati. Gagal tembus di bawah 155 akan berpotensi membuat riwayat sebelumnya terulang, sehingga Yen gagal lanjutkan penguatannya.

Resistance :  160.000, 164.000, 165.000

Support : 155.100, 153.000, 151.000

Outlook : Bullish

usdollar-economy
INDEKS USD

Dolar berakhir negatif di sesi perdagangan hari Jumat, sehingga secara keseluruhan cenderung melemah secara mingguan. Kondisi ini harusnya menjadi angin segar bagi mata uang lain untuk menguat. Tapi situasi mungkin tidak sepenuhnya memojokkan USD. Situasi geopolitik yang berpotensi kembali memanas jika AS benar menyerang Iran di akhir pekan, berpotensi membuat dolar bangkit di pembukaan Senin, bahkan kembali dominan naik. Zona 100-101 mungkin kembali muncul. Tapi jika Trump hanya berlakukan serangan singkat, maka peluang kenaikan diharapkan terbatas, dan NFP akan menjadi alur penentu berikutnya.

Resistance :  100,150, 102.000, 102.700

Support :  99.600, 99.000, 98.500

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

japan-asset-inflation
NIKKEI

Kabar baiknya adalah tekanan turun 2 minggu lalu saat sentuh 60500 berhasil mereda setelah Nikkei rebound 2 minggu berturut-turut ke 65500. Kabar buruknya, kenaikan daily ke 65500 tidak stabil dan akhirnya ditutup turun. Hal ini bisa memicu kekhawatiran kembali terjadinya tekanan di pembukaan Senin. Terlebih jika Jepang terus lanjutkan upaya intervensi Yen sehingga Nikkei terus mengalami tekanan turun. Sebaliknya, kami melihat dampak intervensi kemungkinan berangsur-angsur berkurang sehingga indeks berpotensi rebound kembali. Zona 61500 diharapkan tidak tembus sehingga cukup beralasan untuk mengharapkan rebound dari zona tersebut.

Resistance : 64000, 65500, 66000

Support  :  63000, 62000, 61500

Outlook : Bearish

hongkong flag
HANG SENG

Weekly candle ditutup naik dan menandakan kenaikan yang kuat. Secara teori peluang dari V-bottom pada grafik weekly jauh lebih terbuka dengan neckline 26857. Butuh kenaikan yang meyakinkan untuk membuatnya konfirm dengan pola tersebut. Sebaliknya, risiko penurunan juga mengintai jika Hang Seng ikut terpengaruh oleh Wall Street saat Trump putuskan kembali menyerang Iran. Namun, secara teknis kami melihat peluang kenaikan lebih dominan dibanding penurunan selama geopolitik diabaikan. Zona 27200 adalah target potensial terdekat jika neckline dari V-bottom berhasil ditembus. Sebaliknya, jika neckline gagal tembus, maka waspada dengan penurunan kembali, dan zona 24812 adalah area yang wajib diwaspadai.

Resistance : 26200, 27220, 28000

Support  :  25119, 24500, 24060

Outlook : Bullish

stock-market-data-analysis
NASDAQ

Nasdaq terhimpit di antara EMA200 daily 26941 dan EMA50 daily 28989. Kondisi ini seharusnya masih dianggap aman untuk Nasdaq karena tekanan relatif berkurang, tapi kenaikan juga tidak terlalu kuat. Indeks butuh trigger untuk bisa melampui EMA50 tersebut. Jika tidak, maka skenario penurunan di bawah EMA200 adalah hal yang tidak ingin terlihat dalam waktu dekat. Weekly menunjukkan rejection kuat di support 27000 setelah harga ditutup rebound di 28302 setelah penurunan yang sempat tercatat di 27206. Data ekonomi menjadi fokus utama, tapi juga tidak bisa mengabaikan situasi geopolitik yang bisa bikin runyam. Tetap waspada dengan segala kemungkinan, baik kenaikan maupun penurunan.

Resistance : 29000, 30000, 30800

Support : 28000, 27500, 27000

Outlook : Bearish

us-flag-arrow-up
DOW JONES

Kabar baiknya adalah bahwa daily maupun weekly sama-sama ditutup rebound. Tapi kabar buruknya candle terlihat tidak meyakinkan untuk status bullish yang kuat. Secara teknis, kita mungkin butuh faktor pendukung untuk membuatnya naik lebih tinggi, dan itu berarti data NFP yang lemah atau situasi geopolitik yang mereda supaya resistance 53377 berhasil ditembus. Jika NFP lebih kuat, atau bahkan situasi geopolitik memburuk, tekanan pada pasar saham tidak terhindarkan. Waspadai support 51000 bisa kembali terancam pada skenario tersebut! Sebaliknya, Penembusan zona 53377 akan membuka peluang kenaikan dengan ATH baru

Resistance : 53500, 54000, 54500

Support : 52000, 51400, 50600

Outlook : Limited Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.