Wall Street's Earnings Calendar: Momentum AI Cisco, Breakthrough Eli Lilly, dan Pemulihan Starbucks

Published on 08/07/2026

Tiga wajah Wall Street pekan ini: momentum AI Cisco, transisi kesehatan Eli Lilly, dan turnaround parsial Starbucks, semuanya bertemu dalam satu pekan penuh katalis bagi trader CFD.

Earnings Calendar

  • Notes: BMO - Before Market Opens, AMC - After Market Close

Ex-Dividend Date

Musim laporan keuangan pekan ini (10-14 Agustus) menyajikan gambaran yang cukup kontras di Wall Street. Cisco akan menjadi ujian bagi narasi belanja infrastruktur AI yang selama ini menopang sektor teknologi, sementara Eli Lilly dan Starbucks justru menempatkan investor pada momen ex-dividend setelah masing-masing merilis laporan kuartalan dengan cerita yang tidak sepenuhnya searah. Bagi trader CFD, kombinasi rilis data fundamental dan aksi korporasi seperti ini biasanya membuka celah volatilitas yang cukup untuk dimanfaatkan, asal jeli membedakan mana sinyal kuat dan mana yang masih perlu dikonfirmasi pasar.

Rabu, 12 Agustus

Cisco (#CSCO)

logo cisco 1280x300

18

Cisco masuk musim laporan Rabu ini dengan modal kepercayaan diri yang solid. Zacks Rank menempatkan saham ini di peringkat 2 (Buy), ditopang proyeksi EPS kuartal berjalan naik 18.2% YoY dan estimasi laba tahun ini serta tahun depan yang sama sama tumbuh double digit. Kuartal sebelumnya, Cisco membukukan pendapatan $15.84 miliar dan EPS $1.06, keduanya melampaui ekspektasi pasar, melanjutkan rekor beat empat kuartal beruntun, dengan katalis utama datang dari permintaan infrastruktur AI setelah manajemen menaikkan panduan order AI tahun fiskal 2026 menjadi $9 miliar. Meski begitu, valuasi Cisco tergolong premium dibanding kompetitor sejenis, sehingga ruang re-rating lebih lanjut akan sangat bergantung pada konsistensi momentum order AI ini terealisasi. Target harga analis tersebar lebar antara $96 hingga $150, sementara aktivitas insider tiga bulan terakhir didominasi penjualan, sinyal yang tetap layak dipantau di tengah optimisme pasar.

Rabu, 12 Agustus

Eli Lilly (#LLY)

eli lilly logo 1280x300

20

Menjelang ex-dividen Jumat mendatang, Eli Lilly diperdagangkan sekitar 30.3% di bawah estimasi nilai wajarnya, meski baru mengantongi status Breakthrough Therapy dari FDA untuk olomorasib, kandidat terapi kanker pankreas stadium lanjut. Potensi komersialnya tetap terbatas karena mutasi KRAS G12C yang ditargetkan tergolong langka, sehingga sorotan utama analis pasca laporan Q2 awal Agustus tetap pada obat GLP-1 andalan Lilly, Mounjaro dan Zepbound. Dari sisi valuasi, P/E Lilly membaik signifikan dari 46.82x di Q4 2025 menjadi 32.60x di Q1 2026, sejalan dengan EV/EBITDA yang menyusut dari 36.02x ke 25.90x, indikasi harga saham belum sepenuhnya mengikuti perbaikan fundamental. Dukungan institusi tetap kuat dengan Cantor Fitzgerald dan Barclays mematok target $1,350 hingga $1,400 dengan rating Overweight, sementara aktivitas insider dua bulan terakhir seluruhnya berupa pemberian saham rutin tanpa aksi jual mencolok.

Starbucks (#SBUX)

logo starbucks 1280x300

1920x1080 infografis (1)

Starbucks menutup kuartal ketiga fiskal 2026 dengan hasil campur aduk, namun cukup membuat sahamnya mengungguli industri Retail Restaurants Zacks secara year to date, 26.5% berbanding 3.6%. Laba per saham naik tajam 70% YoY dan melampaui konsensus, meski pendapatan bersih justru turun tipis 1.4%, menandakan restrukturisasi dan efisiensi biaya mulai membuahkan hasil di margin walau top line belum sepenuhnya pulih. Comparable sales global naik solid 7.9%, ditopang perbaikan traffic di Amerika Utara dan segmen internasional yang membaik meski masih dalam transisi model bisnis di China. Manajemen menaikkan panduan tahun fiskal 2026 dan memproyeksikan comparable sales AS minimal 6.5% di kuartal keempat, meski beban restrukturisasi dan biaya operasional tetap jadi penekan margin ke depan. Menjelang ex-dividen Jumat ini, dengan payout ratio yang sudah tinggi di 142.53%, keberlanjutan kenaikan dividen tahunan 8.27% akan lebih bergantung pada seberapa solid pemulihan laba ini berlanjut.


Ketiga nama ini menggambarkan tiga tema besar yang sedang bersaing memperebutkan perhatian Wall Street pekan ini, mulai dari keberlanjutan siklus belanja AI di Cisco, transisi portofolio kesehatan Eli Lilly yang masih mengandalkan GLP-1 di tengah pipeline onkologi yang menjanjikan namun belum matang, hingga upaya turnaround Starbucks yang baru menunjukkan hasil parsial. Bagi trader CFD, momentum ex-dividen LLY dan SBUX di hari Jumat berpotensi memicu penyesuaian harga jangka pendek yang wajar terjadi menjelang cum-date, sementara laporan Cisco di tengah pekan berpeluang menjadi katalis arah yang lebih tajam bagi sentimen sektor teknologi secara luas.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)