TOP GAINERS
| 1. Merck & Co., Inc. (#MRK) +12.35% |
| 2. Salesforce, Inc. (#CRM) +7.61% |
| 3. Eli Lilly and Company (#LLY) +6.59% |
| 4. Tesla, Inc. (#TSLA) +6.48% |
| 5. Abbott Laboratories (#ABT) +5.07% |
TOP LOSERS
| 1. Intel Corporation (#INTC) -12.38% |
| 2. Walmart Inc. (#WMT) -9.95% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) -7.48% |
| 4. Honeywell International Inc. (#HON) -7.04% |
| 5. The Boeing Company (#BA) -6.99% |
Pekan perdagangan 17 sampai 21 Agustus 2026 kembali menunjukkan bahwa pasar tidak hanya melihat laba yang tercetak, tetapi juga membaca kualitas pertumbuhan dan risiko yang mengikutinya. Merck memimpin daftar saham penguat setelah hasil uji klinis kanker memberikan harapan baru bagi portofolio onkologinya. Di sisi lain, Intel, Walmart, AMD, Honeywell, dan Boeing menghadapi tekanan karena investor mencermati potensi dilusi, melemahnya penjualan toko, aksi ambil untung, risiko eksekusi, serta persoalan tenaga kerja.
TOP 5 GAINERS
1. Merck & Co., Inc. (#MRK) +12.35%
MRK menguat setelah Merck dan Moderna mengumumkan hasil positif uji klinis Fase 3 INTerpath-001 pada 19 Agustus. Vaksin kanker berbasis mRNA intismeran autogene yang dikombinasikan dengan Keytruda berhasil mencapai target utama dalam memperpanjang waktu bebas kekambuhan serta target penting terkait penyebaran kanker pada pasien melanoma berisiko tinggi. Hasil ini memperkuat harapan bahwa Merck memiliki sumber pertumbuhan baru di luar Keytruda, meski data lengkap masih akan dipresentasikan pada pertemuan medis berikutnya dan proses pengajuan kepada regulator belum selesai.
2. Salesforce, Inc. (#CRM) +7.61%
CRM menguat karena investor mulai bersiap menghadapi laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2027 yang akan dirilis pada 26 Agustus setelah penutupan pasar. Perhatian utama tertuju pada kemampuan Salesforce mengubah minat terhadap Agentforce dan layanan berbasis kecerdasan buatan menjadi pertumbuhan pendapatan yang nyata. Karena laporan belum dirilis, kenaikan pekan ini lebih mencerminkan optimisme menjelang earnings, bukan konfirmasi bahwa kinerja perusahaan sudah melampaui ekspektasi.
3. Eli Lilly and Company (#LLY) +6.59%
LLY mendapat dorongan dari kerja sama strategis dengan Amplitude Therapeutics untuk mengembangkan vaksin berbasis trans-amplifying RNA atau taRNA. Lilly akan menangani tahap pengembangan, produksi, regulasi, dan komersialisasi jika program berlanjut, sementara Amplitude mengembangkan teknologinya pada tahap awal. Kesepakatan ini belum memberikan pendapatan langsung, tetapi memperluas pilihan riset Lilly ke teknologi RNA dan menambah daya tarik portofolio jangka panjang perusahaan.
4. Tesla, Inc. (#TSLA) +6.48%
TSLA menguat setelah muncul laporan bahwa Tesla sedang menyiapkan peluncuran publik Cybercab di Austin, Texas, dimulai melalui perjalanan bagi karyawan sebelum diarahkan ke layanan robotaxi. Kendaraan tanpa pedal dan setir tersebut menjadi bagian penting dari ambisi Tesla membangun bisnis transportasi otonom. Kabar ini menghidupkan kembali narasi pertumbuhan Tesla di luar penjualan kendaraan listrik, walaupun jadwal peluncuran tersebut masih berasal dari laporan media dan belum dikonfirmasi secara langsung oleh perusahaan.
5. Abbott Laboratories (#ABT) +5.07%
ABT menguat setelah mencapai kesepakatan senilai $670 million untuk menyelesaikan sebagian perkara hukum terkait formula khusus bagi bayi prematur. Kesepakatan ini mencakup sekitar 2.000 klaim dan penghentian upaya banding atas putusan senilai $495 million, sehingga mengurangi sebagian ketidakpastian hukum. Namun, penyelesaian tersebut belum menutup seluruh perkara karena Abbott masih menghadapi klaim dari hingga 12700 orang dan tidak mengakui kesalahan dalam kesepakatan tersebut.
TOP 5 LOSERS
1. Intel Corporation (#INTC) -12.38%
INTC masih terbebani efek penawaran saham baru senilai $20 billion yang dihargai $95 per saham. Intel menerbitkan sekitar 210.5 juta saham baru dan berpotensi menerbitkan tambahan saham melalui opsi penjamin emisi. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan umum, termasuk belanja modal dan modal kerja. Investor menilai aksi ini membantu memperkuat kas Intel, tetapi juga menimbulkan risiko dilusi karena jumlah saham beredar meningkat. Tekanan semakin besar ketika harga saham bergerak di bawah harga penawaran.
2. Walmart Inc. (#WMT) -9.95%
WMT anjlok setelah laporan kuartal kedua fiskal 2027 memperlihatkan pendapatan $187.94 billion dan laba per saham disesuaikan sebesar 81 sen, tetapi pertumbuhan penjualan toko yang sama di Amerika Serikat hanya 2.6%, di bawah ekspektasi 3.5%. Manajemen juga memperkirakan beban biaya tambahan lebih dari $2 billion akibat kenaikan harga bahan bakar. Walaupun Walmart menaikkan panduan tahunan dan penjualan e-commerce global tumbuh 23%, pasar lebih fokus pada tanda bahwa konsumen mulai lebih berhati-hati dan biaya operasi dapat menekan margin.
3. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) -7.48%
AMD terkoreksi setelah reli kuat pada pekan sebelumnya, ketika investor mulai mengambil keuntungan dari kenaikan yang sudah tinggi. Tekanan juga datang dari pelemahan saham semikonduktor dan kekhawatiran umum mengenai persaingan, biaya pengembangan, serta besarnya investasi yang dibutuhkan untuk mengejar pasar kecerdasan buatan. AMD sebenarnya masih memperkuat peta jalan AI melalui kesepakatan akuisisi Taalas, perusahaan yang mengembangkan chip khusus untuk kebutuhan AI inference. Namun, kabar tersebut merupakan katalis jangka panjang dan belum cukup untuk menahan aksi jual pada pekan ini.
4. Honeywell International Inc. (#HON) 7.04%
HON kembali tertekan karena investor masih meragukan kecepatan pemulihan bisnis Process Automation setelah pemisahan unit usaha. RBC menurunkan target harga dari $298 menjadi $293, meski tetap mempertahankan peringkat Outperform. Pada 19 Agustus, Honeywell juga mengumumkan pergantian pimpinan di Process Technology dan Building Automation. Pergantian ini dapat memperkuat eksekusi dalam jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek justru menegaskan bahwa perusahaan sedang berada dalam fase transisi dan membutuhkan bukti pertumbuhan yang lebih konsisten.
5. The Boeing Company (#BA) -6.99%
BA melemah setelah 17000 insinyur dan pekerja teknis yang tergabung dalam SPEEA menolak tawaran kontrak kerja empat tahun. Mereka juga memberikan kewenangan kepada tim negosiasi untuk melakukan mogok apabila kontrak berakhir pada 6 Oktober. Risiko ini menjadi penting karena aksi mogok dapat kembali menunda sertifikasi 737 MAX 10 dan 777X yang sudah terlambat. Tekanan tambahan datang dari pengiriman Juli yang turun menjadi 53 pesawat dari 64 pada Juni serta penghentian sementara latihan helikopter Apache setelah kecelakaan fatal. Operasi Apache memang kembali berjalan pada 19 Agustus, sehingga isu tenaga kerja menjadi katalis negatif yang lebih kuat bagi BA pekan ini.
Pekan ini memperlihatkan perbedaan antara kabar baik yang langsung mengubah ekspektasi pasar dan kabar baik yang masih membutuhkan waktu untuk menghasilkan pendapatan. Hasil uji klinis Merck, ekspansi teknologi Lilly, dan rencana Cybercab Tesla berhasil mendorong optimisme karena membuka cerita pertumbuhan baru. Sebaliknya, Intel dan Walmart dihukum meski memiliki alasan strategis masing-masing, karena investor lebih khawatir terhadap dilusi, biaya, dan perlambatan penjualan. Untuk Boeing dan Honeywell, perhatian pasar tetap tertuju pada kemampuan manajemen membuktikan bahwa proses pemulihan dan restrukturisasi dapat berjalan sesuai rencana.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
