24 - 28 Agustus 2026
Quick Insights: Emas Tembus $4,600, Sinyal Kekhawatiran Ekonomi AS
Emas berhasil lanjutkan kenaikannya di hari Jumat karena dipicu kekhawatiran terbaru tentang penurunan nilai dolar. Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun ditutup di level tertinggi dalam 20 bulan, seiring pasar yang mengabaikan pengumuman Menkeu AS di hari Rabu tentang menggandakan pembelian sekuritas jangka panjang, Lonjakan imbal hasil Treasury tersebut bukan pertanda kekuatan fiskal, melainkan terkikisnya kepercayaan terhadap ekonomi AS dan surat utangnya
Kevin Warsh Dilema
Ketua Fed Kevin Warsh menghadapi situasi yang sangat kompleks dengan suku bunga hipotek sudah sangat tinggi, biaya untuk membiayai utang pemerintah yang membengkak baru saja mencapai rekor tertinggi, inflasi yang memanas, dan perang yang melibatkan AS menguras keuangan negara dan membebani militer. Tantangan di Jackson Hole kali ini pun tidak seperti yang pernah terjadi dalam sejarah Fed. Menaikkan suku bunga berisiko menghancurkan pasar perumahan, sedangkan menurunkan suku bunga berisiko memicu inflasi yang sudah tinggi karena kenaikan harga energi
Jackson Hole Symposium 27-29 Agustus
Ini mungkin akan menjadi event yang sedikit berbeda dibanding episode Jackson Hole Symposium di era pendahulu Kevin Warsh. Janet Yellen dan Jerome Powell memanfaatkan ajang ini untuk memberikan petunjuk atau bahkan penekanan terhadap apa yang akan dilakukan Fed di sisa tahun berjalan. Namun, Kevin Warsh dengan sikapnya yang minim forward guidance, membuat pasar bertanya-tanya apakah Warsh akan tetap minim petunjuk, atau akan lebih fleksibel dibanding pertemuan lainnya. Pasar mencoba mencermati jika ada penegasan yang lebih hawkish atau bergeser ke sikap dovish
Bessent Turun Tangan Redam Pasar Obligasi
Minggu lalu, pasar obligasi negara global berada di bawah tekanan jual yang cukup besar. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30-tahun naik menjadi 5.32%, tertinggi sejak 2007, dan yield 10-tahun naik menjadi 4.74%. Investor khawatir dengan meningkatnya belanja pemerintah AS, rekor utang dan pasokan besar obligasi Treasury jangka panjang. Menteri Keuangan Scott Bessent memutuskan untuk menyelamatkan pasar obligasi, dengan menggandakan buyback obligasi tenor jangka panjang, meskipun dengan risiko pelemahan dolar.
Treasury vs Fed
Minggu depan dipastikan akan lebih volatile, terutama jika dikaitkan dengan perkembangan pasar utama setelah pengumuman Departemen Keuangan AS minggu lalu yang memutuskan akan membeli kembali obligasi jangka panjang lebih banyak dibanding sebelumnya, dari $2 miliar menjadi $4 miliar. Scott Bessent, Menteri Keuangan AS bahkan menyebut bahwa jumlahnya bisa lebih dari $4 miliar.
Hal ini dipicu oleh meningkatnya biaya pinjaman, harga minyak yang lebih tinggi dan ketegangan non-stop di Timur Tengah sehingga pasar cenderung menghindari aset berisiko. Pemerintah melalui Departemen Keuangan mencoba meredam kekhawatiran tersebut, apalagi utang nasional AS tembus rekor $40 triliun. Meski demikian, masalah belum selesai sampai di situ. Bola panas kini berada di tangan Fed yang sebelumnya diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Dan beberapa berpikir bahwa tindakan Treasury justru semakin memperkuat alasan bagi kubu hawkish di Fed untuk mendukung kenaikan suku bunga. Apakah Warsh akan memberikan indikasi tersebut di JHS?
AGENDA DATA EKONOMI
German GDP
25 Agt 2026
Jerman adalah negara ekonomi terbesar di zona Eropa selain Prancis. Data GDP yang kuat menandakan aktivitas ekonomi yang kuat sehingga bisa mendorong penguatan Euro. Sebaliknya, data yang lemah justru akan menekan Euro
US Consumer Confidence
25 Agt 2026
Data Consumer Confidence dari Conference Board mengukur level kepercayaan konsumen dalam aktivitas ekonomi. Data ini bisa memberi gambaran tentang pengeluaran konsumen yang berperan penting untuk aktivitas ekonomi secara keseluruhan
US PCE & GDP
26 Agt 2026
PCE sebelumnya di 3.7% y/y dan core PCE di 3.3%, sedangkan GDP Q2 di 1.5%. Inflasi yang melunak akan memperkuat alasan Fed untuk tidak menaikkan suku bunga lebih cepat. Sebaliknya, GDP yang lebih rendah juga berpotensi menghambat kenaikan suku bunga Fed.
Jackson Hole Symposium
27 - 29 Agt 2026
Acara ini adalah simposium ekonomi yang diadakan di Jackson Hole, Wyoming, yang dihadiri oleh para bankir bank sentral, akademisi, menteri keuangan dan para pelaku pasar keuangan seluruh dunia. Pidato Kevin Warsh diagendakan 28 Agustus, dan berpotensi mempengaruhi sentimen pasar
JPY Tokyo Core CPI
28 Agt 2026
Data ini mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen di Tokyo, tidak termasuk makanan segar. Angka yang lebih tinggi berdampak positif untuk yen (menguat). Angka yang lebih rendah berdampak negatif untuk yen (melemah).
Rumus: “Dovish” Treasury + “Dovish” Warsh = Tembus $4700, “Dovish” Treasury + “Hawkish” Warsh = “Deep Correction”!!
Pasca pengumuman Scott Bessent, emas kini akan bergantung pada pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium 27-29 Agustus mendatang. Pidato Warsh menjadi kunci, di tanggal 28 Agustus. Menariknya, data ekonomi sejak FOMC Juni maupun Juli menunjukkan angka yang melemah (NFP, Inflasi, retail sales) sehingga pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga September. Namun, sejak Warsh tutup pintu untuk forward guidance, pasar sulit mencerna arah pembicaraan Warsh di 2 pertemuan FOMC pertama. Sedikit petunjuk saja dari Warsh di Jackson Hole Symposium bisa menjadi pengubah sentimen atau justru memperkuat alasan untuk tidak melihat kenaikan suku bunga. Secara teknis, 3 time frame utama (Daily, Weekly Monthly) semua mengarah pada situasi yang sangat bullish. Jika diurut, maka swing low atau koreksi dari daily kemungkinan menunjukkan koreksi terbatas dengan zona support psikologis 4540 dan terjauh 4320. Zona ini mungkin disentuh jika Warsh bersikap lebih hawkish. Sebaliknya, Weekly dan Monthly membuka peluang kenaikan lanjut dekati 4900an, terutama jika sikap Warsh bergeser ke sisi yang relatif dovish.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Strong Bullish
(R) : 4773, 4891, 4970
(S) : 4540, 4450, 4320
Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 90.43, 93.44, 95.08
(S) : 83.50, 80.00, 75.20
Gap Akhir Juli Tertutup, Gap Berikutnya Tergantung Perkembangan Geopolitik!
Minyak menutup pekan lalu dengan kenaikan dan stabil di zona 86. Hal ini menandakan gap yang terjadi di 31 Juli yang lalu berhasil sepenuhnya ditutup setelah 2 minggu terhitung sejak terjadinya penurunan di 3 Agustus. Namun, kondisi geopolitik yang belum jelas membuat harga cenderung bertahan di zona tersebut, dan cukup terbuka untuk menantang gap berikutnya yang belum ditutup, yaitu zona penurunan 24 Juli di 90.43. Tapi situasi ini akan tetap bergantung pada perkembangan geopolitik ke depan. Jika ada harapan untuk kedua pihak yang berseteru tersebut untuk berunding kembali, maka kenaikan mungkin akan berjalan singkat dan terbatas, diikuti tekanan turun dengan cepat akan memicu penurunan lebih lanjut di bawah 80. Sebaliknya, jika tidak ada pertanda diplomasi, maka kenaikan ke zona 90-93 cukup potensial, apalagi jika AS akhirnya memutuskan kembali menekan Iran lewat militer. Kabar baiknya, Trump saat ini lebih memilih jalur ekonomi dengan mencoba “mengasingkan” Iran dari hubungan dagang internasional yang diharapkan bisa membuat Iran akhirnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Tapi Iran tidak begitu saja menyerah, sehingga ketidakpastian inilah yang akan terus membuat minyak volatile.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly candle ditutup bullish, pertanda penguatan kemungkinan bisa berlanjut minggu depan. Hal ini akan lebih valid jika didukung dengan pelemahan dolar pasca data PCE dan juga pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Secara teknis, area 1.18300 adalah potensi berikutnya dari kenaikan tersebut. Dan jika situasi mendukung, maka peluang kenaikan pun dimungkinkan lanjut lebih tinggi. Sebaliknya, jika dolar menguat, maka kenaikan mingguan kemungkinan terhambat, apalagi kalau Kevin Warsh beri isyarat bahwa Fed siap naikkan suku bunga. Meski demikian, di pembukaan Senin kemungkinan Euro terdepresiasi lebih dulu, untuk re-test EMA200 1.16250. Jika tidak tembus, maka rebound diharapkan lebih kuat di zona ini
Resistance : 1.18000, 1.19260, 1.20819
Support : 1.15000, 1.14400, 1.13300
Outlook : Limited Bearish
GBPUSD
Pound juga memiliki kesamaan dengan Euro. Statusnya masih sangat sensitif dengan dolar ke depan. Kenaikan secara mingguan didukung oleh penutupan candle mingguan yang bullish. Namun, semua itu bukan didukung oleh kondisi internal, melainkan eksternal, yaitu dolar. Trader perlu waspada dengan pembukaan di hari Senin. Peluang koreksi ataupun penurunan bisa terjadi dan akan lebih tertekan jika dolar balik menguat. Namun, semua akan ditentukan dari pidato Kevin Warsh di Jackson Hole minggu depan. Secara teknis, penurunan di bawah 1.34300 berisiko menekan lebih lanjut. Sebaliknya, jika zona 1.35100 tidak ditembus, maka rebound cukup terbuka
Resistance : 1.37800, 1.38500, 1.39500
Support : 1.35100, 1.34000, 1.33300
Outlook : Bullish
USDJPY
Kita memasuki fase sensitif berikutnya untuk Yen Jepang, tapi tanpa ada pergerakan apa pun dari internal Jepang. Menteri Keuangan Katayama dan juga Diplomat mata uang Yen sepertinya masih menunggu timing yang tepat untuk melakukan intervensi lagi. Di sisi lain, pengumuman Scott Bessent kemarin bisa dikategorikan “intervensi cuma-cuma” dari AS karena Yen mendapat manfaat dari buyback obligasi pemerintah AS. Tapi sayangnya kondisi itu tidak menunjukkan penguatan yen yang dominan. Mau tidak mau minggu depan akan bergantung pada Kevin Warsh di Jackson Hole. Sikap hawkish Warsh akan membahayakan Yen yang berisiko melemah kembali, dan zona 160-161 sangat mungkin dicapai. Sebaliknya, sikap dovish bisa bantu mencegah kenaikan, tapi tidak sepenuhnya menguatkan yen
Resistance : 160.440, 161.940, 163.000
Support : 157.900, 156.400, 155.200
Outlook : Limited Bearish
INDEKS USD
Daily candle ditutup bullish setelah rebound dari penurunan tajam saat pengumuman Scott Bessent di hari Rabu. Namun kenaikan tersebut masih relatif terbatas, dan secara teknis menandakan technical rebound yang normal. Di sisi lain, weekly candle memberi petunjuk potensi penurunan yang mungkin berlanjut setelah candle mingguan ditutup long bearish. Skenario ini mungkin akan lebih valid jika didukung PCE yang melunak dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole yang cenderung dovish atau minimal tidak mengungkit peluang kenaikan suku bunga September. Jika sebaliknya, maka dolar berpeluang untuk reversal bullish
Resistance : 99.650, 100.000, 101.500
Support : 98.000, 97.000, 96.500
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Nikkei berkutat pada 2 risiko luar dan 1 risiko domestik. Satu-satunya risiko domestik tetap di tangan BOJ di mana kebijakan moneter akan memainkan peran penting untuk saham. Dari luar, gejolak Timur Tengah dan kebijakan Fed akan ikut pengaruhi mata uang yen dan nikkei. Risiko pelemahan yen akan mendukung kenaikan Nikkei. Sebaliknya, ancaman intervensi mungkin bisa diabaikan karena cenderung berdampak terbatas. Risiko utama tertuju pada gap suku bunga BOJ dan Fed. Secara teknis, penurunan di bawah 64000 bisa memicu tekanan lebih lanjut dan zona 61800 potensi tekanan terjauh. Sebaliknya, kenaikan di atas 69545 bisa menyelamatkan Nikkei dari tekanan, tapi jelas butuh pemicu yang kuat
Resistance : 67000, 68000, 69000
Support : 65000, 64000, 63000
Outlook : Bullish
HANG SENG
Weekly candle ditutup bullish, membuka peluang kenaikan lebih lanjut, terutama jika secara teknis berhasil tembus di atas 26520. Ekspektasi stimulus pemerintah China semakin intens sehingga berhasil menopang Hang Seng dari tekanan berturut-turut sebelumnya. Termasuk dampak dari “intervensi” pasar obligasi yang dilakukan Kementerian Keuangan AS juga ikut berpengaruh untuk saham global. Secara teknis, risiko tekanan di bawah 25197 juga tetap terbuka seandainya bullish gagal memenuhi syarat untuk tembus resistance 26518. Namun, jika zona 25197 tidak ditembus, maka ada harapan penurunan tersebut tidak berlanjut lebih rendah.
Resistance : 26520, 27000, 28000
Support : 25500, 24660, 24000
Outlook : Limited Bearish
NASDAQ
Kabar baiknya, daily terhindar dari penurunan di bawah EMA50, tapi weekly menunjukkan risiko double top juga masih membayangi. Meski demikian, weekly baru dikatakan bearish yang lebih kuat jika tembus EMA20 weekly yang ada di 28575. Semua akan bergantung pada data PCE dan pidato Kevin Warsh yang utama. Jika data melunak dan pidato Warsh pun tidak mengedepankan kenaikan suku bunga, maka beban sektor teknologi sedikit mereda. Kondisi ini kemungkinan direspons positif para pelaku pasar sehingga peluang kenaikan di atas 30000 atau bahkan 30330 akan kembali terbuka. Sebaliknya, data yang memanas dan pidato Warsh singgung tentang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, akan berpotensi menekan Nasdaq lebih jauh di bawah 28500
Resistance : 30320, 30880, 31500
Support : 28575, 28000, 27800
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Kabar baiknya, daily ditutup bullish dan terhindar dari tekanan lanjutan di bawah EMA50 di 52630. Tapi weekly candle ditutup bearish. Meski demikian, candle bearish yang muncul di grafik weekly menunjukkan adanya rejection kuat di zona support 52800 sehingga bisa diasumsikan sebagai candle hammer. Secara teori membuka harapan untuk kemungkinan rebound. Namun, semua akan ditentukan dari PCE di hari Rabu dan juga pidato Kevin Warsh di hari Jumat. Jika data PCE melunak, dan Kevin Warsh tidak menyinggung kenaikan suku bunga September, maka Indeks saham cenderung naik, dan peluang kenaikan di atas 53800 juga kembali terbuka
Resistance : 53824, 54880, 55000
Support : 53000, 52600, 52000
Outlook : Limited Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
