Kenaikan Emas Berakhir Pasca Pidato Hawkish Warsh? Cek Lebih Dulu Ulasan ini!

Published on 08/31/2026

Emas turun tajam di sesi New York setelah pidato Kevin Warsh di Jackson Hole cenderung bernada hawkish, sehingga membalikkan posisi emas dari “dekat 4700” menjadi “di bawah 4500” kembali hingga penutupan.

Gold

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun ditutup naik, sehingga dolar pun kembali menguat setelah pidato Warsh yang hawkish. Hal ini membuat emas kesulitan untuk bangkit hingga ditutup di bawah 4500 (closed @4458). 

Pidato Warsh menjadi pusat perhatian pelaku pasar global setelah 2 pertemuan sebelumnya di FOMC Juni dan Juli minim petunjuk. Pernyataan yang cenderung membuka peluang kenaikan suku bunga ditangkap pasar sebagai sikap yang lebih hawkish dibanding 2 pertemuan FOMC sebelumnya sehingga emas pun berakhir dengan penurunan.

Kombinasi Ekspektasi Suku Bunga Fed dan Ketegangan Baru AS-Iran

Tekanan turun berlanjut di sesi Asia pagi ini hingga emas sentuh di bawah $4400 per oz. Hal ini disebabkan kombinasi antara kembali memanasnya konflik AS dan Iran, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS pasca pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium di hari Jumat yang lalu. 

Awalnya pasar memperkirakan Warsh tidak akan memberi petunjuk yang jelas tentang suku bunga dan cenderung ambigu. Tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Justru sebaliknya, Warsh hari itu menekankan beberapa alasan tentang kenapa inflasi dalam mandat Fed tersebut belum mampu tercapai dan Warsh berjanji untuk kembalikan inflasi ke target dengan nada yang lebih tegas dari perkiraan. Imbasnya, pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sikap hawkish yang lebih kuat sehingga perkiraan pasar untuk kenaikan suku bunga September melonjak dari 33% sebelum pidato ke 62% setelah pidato. 

Reaksi pasar tentunya terlihat dari kenaikan imbal hasil obligasi AS, diikuti dengan penguatan dolar AS, meskipun pergerakannya cenderung tidak mudah. Pasar sempat kebingungan merespon pidato tersebut, tapi kemudian mereda dan dolar pun terus lanjutkan penguatannya hingga penutupan sehingga emas tetap di bawah $4500. Fed sepertinya benar-benar serius dalam menargetkan inflasi 2%. Fokus perhatian berikutnya akan tertuju pada imbal hasil obligasi jangka panjang, terutama setelah Fed membuktikan kemampuannya untuk kembalikan inflasi ke target. 

Di sisi lain, AS menyerang peluncur rudal milik Iran di hari Minggu sehingga menimbulkan reaksi balasan dari Iran. Kondisi ini diawali dari laporan UKMTO di hari Sabtu saat menyebut adanya sebuah kapal tanker yang terkena proyektil peluru tidak dikenal saat transit di perairan dekat Selat Hormuz. Pihak terkait segera melakukan penyelidikan. Namun, AS langsung memutuskan untuk menyerang peluncur rudal Iran tersebut dan direspon secara cepat oleh Iran. 

Ketegangan ini memicu kekhawatiran baru terkait situasi geopolitik dengan memanasnya kembali konflik AS-Iran. Serangan balasan tersebut dikabarkan meluas ke-4 provinsi Iran, bukan hanya 1 titik sasaran. Hal ini menandakan bahwa Iran secara sengaja memperluas pertempuran, bukan hanya merespon secara terbatas atas serangan AS di Pulau Larak. Kondisi ini yang kemungkinan besar ditafsirkan para pelaku pasar sebagai eskalasi, bukan hanya sekedar balasan yang terkendali di mana Iran meluncurkan rudal jelajah anti-kapal kea rah Selat Hormuz. 

Kekhawatiran muncul pada kelanjutan konflik AS-Iran yang kembali memicu kecemasan akan terganggunya pasokan. Jika terus berlanjut, maka dikhawatirkan inflasi kembali melonjak sehingga memperkuat alasan tindakan Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

banner artikel agr youtube

Fokus Minggu Ini

Pasca pidato Kevin Warsh, pasar akan kembali bergeser fokus ke data ekonomi. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Kevin Warsh yang menyebut bahwa pernyataannya tidak untuk ditafsirkan sebagai komitmen ataupun forward guidance. Warsh menyebut bahwa Fed bisa menaikkan suku bunga “jika inflasi terus naik” dan mengatakan “pasar tenaga kerja masih cukup solid” meskipun terjadi penurunan bulan lalu. Ini artinya Fed tetap bergantung pada data ekonomi sehingga FOMC September belum pasti (belum fix) menaikkan suku bunga sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga September bisa saja berubah jika data tidak mendukung untuk kenaikan. 

Non Farm Payrolls and unemployment rate fokus utama minggu ini, dan komponen-komponen lain tenaga kerja seperti ISM Manufacture dan ISM services, juga ADP employment akan menjadi ujian awal sebelum data puncak di hari Jumat. 

Jika mayoritas data dirilis lebih lemah, maka ekspektasi kenaikan suku bunga September berpotensi mereda, dan itu adalah sinyal untuk pemulihan emas (emas kembali naik). Sebaliknya, jika data NFP dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka hal itu akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga September, sehingga emas berpotensi lanjut tertekan. 

Tapi setelah NFP minggu ini, masih ada CPI di tanggal 11 September yang juga perlu ditunggu karena agenda utama yang dianggap bermasalah adalah inflasi yang melekat. 

banner artikel youtube

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish dengan kondisi real body yang panjang, merespon negatif pidato Kevin Warsh di hari Jumat malam saat Jackson Hole Symposium yang dinilai hawkish. Harga sempat naik jelang pidato, hingga sentuh 4631, dan berbalik turun dengan cepat saat Warsh mulai menyinggung inflasi yang tinggi dan tekanan pun berlanjut hingga 4445 setelah Warsh mengatakan bahwa Fed bisa membuka peluang untuk naikkan suku bunga jika inflasi terus naik. 

Secara teknis, penurunan juga masih dianggap normal setelah kenaikan impresif sejak 4 Agustus 2026, diikuti kenaikan 1 minggu terakhir hingga level tertinggi dekati 4700, meskipun akhirnya terhenti di 4696 saat itu. Zona EMA 100 daily 4362 dan EMA200 daily 4313 akan menjadi target potensial sekaligus zona support yang perlu diwaspadai. Jika tidak tembus, maka pantulan naik bisa kembali terjadi. Sebaliknya, jika tembus, penurunan mungkin lanjut ke zona 4277 atau 4223 (low 6 Agustus 2026). Untuk sementara waktu, zona 4524-4540 akan menjadi resistance utama, dan selama tidak ada kenaikan di atas zona ini, maka tekanan turun masih dominan dalam jangka pendek.



slide20

Di H4, zona pink 4652-4696 tetap kokoh, dan bahkan kenaikan di hari Jumat sama sekali tidak mampu menjangkaunya. Kenaikan terhambat di 4631 saat pidato Warsh dimulai, kemudian berbalik turun, tidak hanya menguji support area hijau saat itu di 4508-4532, tapi juga lanjut tembus di bawahnya dengan cepat karena pidato Warsh yang dinilai hawkish. 

Penurunan juga tembus support dari trend channel yang bertahan dalam 1 minggu terakhir dalam jalur kenaikan. Secara teknis, ini menandakan dimulainya fase koreksi turun setelah fase kenaikan yang impresif di 1 minggu terakhir. Zona hijau 4508-4532 akan menjadi area resistance sekaligus pull-up untuk sekedar retest resistance sebelum dilanjutkan dengan penurunan. 

Adapun zona coklat terbaru di kisaran 4335-4363 akan menjadi potensi target penurunan terdekat berikutnya. Zona ini bersama EMA200 H4 yang ada di 4358 sekaligus juga dicurigai zona demand yang mungkin menahan tekanan turun lebih lanjut. Jika benar, maka seller sebaiknya mulai kurangi posisinya, dan tunggu indikasi reversal candle seperti doji, baik itu hammer maupun inverted hammer, atau yang lebih kuat pola 2 candle seperti bullish harami ataupun bullish engulfing. 

Jika dalam 2-3 jam ke depan harga sudah sentuh zona coklat, jangan lagi melakukan sell! Trader sebaiknya exit dari posisi sell, lalu lakukan cek beberapa hal berikut : 1) candlestick (single atau double pattern); 2) rsi (oversold atau tidak); 3) EMA200 H4 (tembus atau tetap bertahan). 

Terlepas dari tekanan dari pidato Warsh yang hawkish, dan ketegangan baru Iran-AS, kondisi teknikal tetap memungkinkan untuk rebound, dan juga pertimbangkan untuk buy jika : 1) candlestick reversal muncul seperti hammer atau inverted hammer (single candle) atau bullish harami maupun engulfing (double candle pattern), didukung 2) rsi oversold (umumnya di bawah 30%, atau ideal jika di bawah 20%), dan juga 3) EMA200 tidak ditembus (ditandai harga tetap di atas EMA200). 

Sebaliknya, lanjut pertahankan sell jika ke-3 syarat tersebut tidak atau belum memenuhi.



slide21


Per jam 11.15 WIB, harga berada di 4418.00 dengan high 4471.93, dan low 4396.50. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 28 Agustus 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama incar sell di zona 4525-4527 karena ekspektasi kami awalnya adalah rebound di pagi hari selama sesi Asia akan menguji kembali (retest) zona resistance 4508-4532 setelah zona ini ditembus tadi malam, atau retest zona pink yang merupakan resistance kisaran 4486-4524. Namun kenaikan ternyata terhambat di 4471, dan harga pun langsung meluncur hingga 4396 (low sementara saat ini). 

Kabar baiknya, strategi alternatif kami untuk follow sell saat tembus 4430 konfirm dan berhasil sentuh hingga target kedua (TP 2 @ 4420), bahkan lebih rendah. Namun, saat artikel ditulis, harga sempat rebound hingga 4422 kembali. 

Saat artikel ditulis, harga mulai memasuki zona hijau 4374-4424 yang dianggap sebagai salah satu zona demand sehingga secara teori rebound yang terjadi pun cukup wajar dan sesuai ekspektasi. Dengan demikian yang perlu diwaspadai trader saat ini dan sisa hari ke depan adalah jangan lanjutkan sell karena posisi harga mulai mendekati zona  support yang ditandai (zona hijau 4374-4424 dan zona abu 4335-4349) yang dicurigai sebagai area demand. Kondisi ini memungkinkan pantulan naik terjadi dari titik terendahnya, mengingat posisi rsi saat artikel ditulis sudah berada di 17% (di bawah 20%) yang berarti menandakan oversold. 

Jika dalam 1-2 jam kedepan muncul candle reversal (misal hammer atau inverted hammer untuk pola 1 candle, atau bullish harami ataupun engulfing untuk pola 2 candle), dan rsi tetap oversold, trader bisa mulai pertimbangkan buy. Untuk lebih meyakinkan, pastikan candle reversal juga terlihat di tf 5 atau 15 menit, dan rsi oversold juga muncul di tf 5 atau 15 menit. Stop loss sebaiknya di bawah zona abu terendah (di bawah 4335). Peluang target pantulan diperkirakan zona 4430-4440 (terdekat, EMA20 TF 15 menit), 4470 (EMA50, area tengah, TF 15 menit), atau maksimum estimasi di 4520-4540 (EMA200, TF 15 menit). 

Sebaliknya, jika tanda-tanda itu tidak muncul, dan risiko geopolitik semakin luas, maka tunda strategi buy, tetap fokus dengan sell, tapi tidak untuk sell on low atau sell di zona support! Pastikan rebound lebih dulu minim TF 15 menit berhasil sentuh atau retest 4430 sebelum kembali sell.

Trading Strategy

Opsi BUY on Dip (update!)
(based on area support)
Entry: 4335.00 – 4337.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4357.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4433 (update), target terdekat 4443, terjauh 4453, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4325.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4325.00)
Risk Reward: 1: 2

Opsi SELL jika resistance tidak ditembus
(EMA50 TF15 menit @4470)
Entry : 4460.00 – 4462.00
Target/Reward: 4440.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4472.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4470.00)
Risk Reward: 1: 2


1 PIP Fixed Spread