Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 31 Agustus - 4 September 2026

Published on 09/06/2026

Meta melonjak berkat harga AI yang dipangkas drastis dan selesainya tuntutan hukum besar, sementara Adobe jadi pelemah terbesar pekan ini di tengah kekhawatiran soal AI. Simak profil singkat 5 saham penguat dan pelemah terbesar pekan 31 Agustus sampai 4 September 2026.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS kembali menunjukkan bahwa berita bagus dan berita buruk tidak selalu berbanding lurus dengan pergerakan harga. Dari 50 saham CFD yang dipantau Agrodana Futures, lima saham berhasil melesat dan lima lainnya justru tertekan meski sebagian dari mereka sebenarnya membawa kabar yang tidak buruk. Berikut profil singkat masing masing saham.

1. Meta Platforms, Inc. (#META) +7.77%

logo meta 1280x300
weekly market wrap

Meta menjadi juara mingguan setelah memangkas harga layanan AI barunya, Muse Spark, hingga lebih dari 90 persen bagi pengembang yang bersedia berbagi data penggunaannya. Kabar baik lain datang dari selesainya tuntutan hukum besar soal keamanan anak di platform mereka, yang oleh sejumlah analis dianggap sebagai beban yang akhirnya hilang. Bisnis iklan Meta juga masih tumbuh kuat sehingga menambah keyakinan investor.

2. Intel Corporation (#INTC) +6.54%

logo intel 1280x300
21

Intel ikut naik seiring optimisme terhadap rencana perbaikan bisnis pabrik chip mereka dan kemajuan teknologi produksi generasi baru. Sektor teknologi secara keseluruhan juga sedang membaik pekan ini, dan harga saham Intel yang sebelumnya tertinggal dari pesaing membuatnya menarik bagi investor yang mencari saham murah di sektor AI.

3. Oracle Corporation (#ORCL) +6.36%

logo oracle 1280x300
22

Oracle terbantu oleh pernyataan salah satu pejabat bank sentral AS yang memberi sinyal suku bunga akan ditahan, kabar yang menguntungkan perusahaan dengan utang besar seperti Oracle. Kerja sama baru dengan Hewlett Packard Enterprise untuk infrastruktur data center serta ekspektasi positif jelang laporan keuangan pekan depan turut mendorong harga saham naik.

4. Nvidia Corporation (#NVDA) +6.06%

logo nvidia 1280x300
23

Belum ada kabar khusus dari perusahaan pekan ini, tetapi NVIDIA ikut terangkat kuatnya sektor teknologi secara umum. Permintaan yang masih tinggi terhadap perangkat keras pendukung AI dari perusahaan perusahaan besar membuat saham ini tetap menjadi favorit investor.

5. Wells Fargo & Company (#WFC) +4.24%

logo wells fargo 1280x300
24

Wells Fargo naik seiring optimisme terhadap kemungkinan pelonggaran batasan pertumbuhan yang selama ini dikenakan regulator sejak 2018. Ekspektasi suku bunga yang lebih stabil juga dianggap menguntungkan pendapatan bunga bank ini ke depan.

1. Adobe Inc. (#ADBE) -7.28%

logo adobe 1280x300
25

Adobe menjadi pelemah terbesar pekan ini di tengah kekhawatiran investor soal seberapa cepat fitur AI mereka, Firefly, bisa benar benar mendatangkan pendapatan. Persaingan dari platform AI lain yang lebih murah juga membuat investor mempertanyakan posisi dominan Adobe di industri kreatif.

2. Philip Morris International (#PM) -4.32%

logo philip morris internasional 1280x300
26

Tidak ada kabar buruk khusus dari Philip Morris pekan ini. Pelemahan Philip Morris lebih karena investor mengurangi kepemilikan di saham saham defensif seperti rokok, seiring ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

3. Netflix Inc. (#NFLX) -3.36%

logo netflix 1280x300
27

Netflix ikut terseret pelemahan sektor media dan komunikasi secara keseluruhan pekan ini. Belum ada berita negatif spesifik dari perusahaan, penurunan ini lebih terlihat sebagai penyesuaian wajar setelah harga saham naik cukup tinggi belakangan.

4. Airbnb (#ABNB) -2.92%

logo airbnb 1280x300
28

Airbnb melemah seiring tanda tanda mulai melandainya permintaan wisata setelah lonjakan pasca pandemi. Investor juga terlihat lebih berhati hati terhadap saham saham di sektor konsumen yang sensitif terhadap kondisi ekonomi.

5. Uber Technologies Inc. (#UBER) -3.28%

logo uber 1280x300
29

Uber tertekan oleh sentimen seputar persaingan mobil otonom yang semakin ramai, termasuk rencana layanan robotaxi dari sejumlah pesaing. Isu regulasi soal status pekerja mitra pengemudi di beberapa kota juga masih menjadi sorotan.


Dari sepuluh saham di atas terlihat jelas bahwa harga saham tidak selalu bergerak sesuai logika sederhana. Ada saham yang naik karena kabar bagus, ada juga yang turun meski tidak ada berita buruk, semata karena arus rotasi investor antar sektor. Ini pengingat bagi trader dan investor bahwa membaca berita saja belum cukup, perlu juga memahami konteks di balik reaksi pasar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)