Wall Street's Earnings Calendar: Adobe & Oracle

Published on 09/07/2026

Earnings Calendar Kamis, 10 September Adobe, Oracle (AMC) Pekan ada cerita yang cukup kontras dari sektor teknologi. Adobe baru saja mengalami guncangan internal yang langsung dihukum pasar, sementara Oracle justru sedang menikmati momentum positif berkat euforia AI dan ekspektasi suku bunga yang lebih ramah. Keduanya sama sama akan merilis laporan keuangan pekan ini, Adobe pada […]

Earnings Calendar

  • Notes: BMO: Before Market Opens, AMC: After Market Close

Pekan ada cerita yang cukup kontras dari sektor teknologi. Adobe baru saja mengalami guncangan internal yang langsung dihukum pasar, sementara Oracle justru sedang menikmati momentum positif berkat euforia AI dan ekspektasi suku bunga yang lebih ramah. Keduanya sama sama akan merilis laporan keuangan pekan ini, Adobe pada Kamis 10 September dan Oracle di hari yang sama setelah penutupan pasar. Bagi trader CFD, situasi ini menarik karena reaksi pasar terhadap kedua saham ini kemungkinan besar akan berlawanan arah, tergantung seberapa meyakinkan masing masing perusahaan menjawab pertanyaan besar investor soal AI.

Kamis, 10 September

Adobe Inc. (#ADBE)

logo adobe 1280x300
26

Adobe masuk musim laporan keuangan dengan modal kepercayaan pasar yang sedang rapuh. Jumat lalu, 4 September, saham ADBE anjlok 7% dalam sehari setelah perusahaan mengumumkan perombakan jajaran kepemimpinan, sebuah langkah yang biasanya dimaksudkan untuk menenangkan investor, namun justru direspons sebaliknya. Ini menambah tekanan pada saham yang sebelumnya sudah tertekan lebih dari 21% sepanjang 2025 dan berlanjut turun 18% lagi di 2026 sebelum Jumat kemarin.

Akar masalah Adobe sebenarnya satu hal: kekhawatiran bahwa AI generatif akan menggerus dominasi mereka di industri kreatif yang sudah mereka kuasai selama puluhan tahun. Meski Adobe sudah agresif membenamkan fitur AI lewat Firefly dan menambah kemampuan generatif di Photoshop serta Creative Cloud, pasar masih menunggu bukti nyata bahwa investasi ini bisa berubah jadi pemasukan besar, bukan sekadar fitur tambahan. Wall Street sendiri terlihat wait and see, dari 33 analis yang memberi rating, mayoritas 21 di antaranya memilih Hold, dengan 7 Buy dan 5 Sell.

Oracle Corporation (#ORCL)

logo oracle 1280x300
27

Oracle datang dengan cerita yang jauh lebih optimistis. Laporan kuartal terakhir mereka, Q4 FY2026 yang dirilis Juni lalu, menunjukkan pendapatan naik 21% dari tahun sebelumnya menjadi 19,2 miliar dolar AS, dengan laba per saham 2,11 dolar yang mengalahkan estimasi pasar. Yang membuat investor makin percaya diri adalah lonjakan pendapatan cloud sebesar 47%, ditopang bisnis infrastruktur cloud (OCI) yang melesat 93% berkat derasnya permintaan komputasi untuk AI. Kontrak yang sudah diteken tapi belum diakui sebagai pendapatan atau RPO juga membengkak dari 553 miliar menjadi 638 miliar dolar, sinyal kuat bahwa permintaan jangka panjang masih sangat besar.

Menariknya, meski hasil laporan itu bagus, saham ORCL sempat turun 3,07% di sesi setelah pasar tutup karena investor mengkhawatirkan margin yang tergerus akibat biaya besar membangun data center. Barulah menjelang September ini saham Oracle rebound kuat, didorong sinyal The Fed yang cenderung menahan suku bunga (penting buat Oracle karena mereka banyak mengandalkan utang untuk membiayai ekspansi AI senilai puluhan miliar dolar) serta kabar mitra bisnis seperti Hewlett Packard Enterprise yang menaikkan proyeksi kerja sama mereka. Untuk laporan Q1 FY2027 yang akan rilis Kamis nanti, konsensus memperkirakan EPS 1,72 dolar (naik 17% dari tahun lalu) dan pendapatan 19,14 miliar dolar. Dari 40 analis yang memberi rating, mayoritas condong positif dengan 28 Buy dan 2 Strong Buy, meski perdebatan utama tetap sama seperti kuartal sebelumnya: apakah Oracle bisa mengubah pembakaran kas bebas yang mencapai 23,7 miliar dolar menjadi pendapatan cloud bermargin tinggi secepat yang dijanjikan.


Pekan ini jadi ujian nyata buat dua raksasa teknologi yang mengambil jalan berbeda menghadapi era AI. Adobe harus meyakinkan pasar bahwa mereka bukan korban disrupsi, sementara Oracle harus membuktikan bahwa taruhan besar mereka di infrastruktur AI mulai membuahkan hasil yang sepadan dengan biayanya. Hasil dari kedua laporan ini berpotensi memberi arah baru bagi sentimen sektor teknologi secara keseluruhan menjelang akhir kuartal.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)