Gold
Penggerak Pasar
Imbal hasil Treasury US tenor 10-tahun kembali naik, meski secara keseluruhan tetap terbatas. Namun, hal ini cukup membuat dolar berbalik rebound di malam hari sehingga emas kembali terhambat kenaikannya.
Geopolitik menjadi pemicu utama di tengah sepinya data karena pasar US baru akan merilis data PPI dan CPI di hari Kamis dan Jumat mendatang. Kondisi yang memanas membuat harga minyak kembali melonjak naik hingga $94 per barel, sehingga memicu kembali kekhawatiran lonjakan inflasi jika situasi terus berlanjut. Inflasi yang tinggi semakin memperkuat alasan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga sehingga direspon negatif oleh emas.
Eskalasi di Timur Tengah
Ketegangan di Timur Tengah terus menambah risiko geopolitik yang cukup signifikan. Laporan menyebut penerbangan di bandara Jeddah ditangguhkan karena eskalasi yang lebih luas di Arab Saudi. Pasukan Houthi dikabarkan melancarkan serangan rudal dan drone yang terkoordinasi ke beberapa kota di bagian selatan Arab Saudi, juga fasilitas energi sehingga memicu kebakaran dan gangguan operasional. Arab Saudi berjanji akan memberikan respon, sehingga hal ini memicu kekhawatiran eskalasi yang lebih luas.
Di sisi lain, ledakan juga dilaporkan terjadi di sekitar Pulau Kharg, Iran. Pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak yang strategis. Penyebabnya masih belum dikonfirmasi. Posisi Pulau Kharg yang strategis sebagai pusat ekspor minyak Iran membuat apapun yang terjadi pada operasional berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Mengapa Emas Turun Saat Geopolitik Memanas?
Market sering keliru menafsirkan bahwa situasi perang membuat emas turun. Kami sudah memperingatkan bahwa alasan utama bukanlah perang yang menjadi penyebab langsung dari penurunan tersebut. Perang pada dasarnya membuat pasar mencari perlindungan melalui aset yang relatif aman, dan emas adalah tujuan sehingga sering menjadi incaran safe haven.
Namun, pada kondisi tertentu yang melibatkan keputusan suku bunga, emas tidak selalu diuntungkan. Ini berkaitan dengan inflasi yang membuat bank sentral harus mempertimbangkan perlu tidaknya menaikkan suku bunga. Jika tidak diperlukan karena inflasi masih terkendali, maka emas tetap naik saat perang berkecamuk. Sebaliknya, jika perang membuat lonjakan inflasi yang tidak terkendali, maka peran bank sentral ini yang membuat mereka terpaksa menaikkan suku bunga. Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil sehingga cenderung negatif di lingkungan suku bunga yang lebih tinggi. Artinya, jika Fed harus menaikkan suku bunga akibat inflasi yang ditimbulkan dari perang, maka emas bergerak turun.
Lalu kenapa inflasi melonjak saat perang? Kondisi konflik yang terus berlanjut, terutama melibatkan konflik di Timur Tengah yang dikenal sebagai akses utama pelayaran minyak global, membuat pasar cemas akan terjadinya gangguan pasokan. Gangguan pasokan yang berkelanjutan akan membuat harga energi/minyak mentah global naik sehingga harga-harga barang dan konsumsi cenderung meningkat dan pada akhirnya memicu lonjakan inflasi. Dan jika lonjakan inflasi ini tidak terkendali, maka akhirnya memaksa Fed menaikkan suku bunga.
Fokus Minggu Ini
Reminder 9 September diagendakan Departemen Treasury US memulai rencana buyback obligasi pemerintah jangka panjang. Pasar akan mencermati seberapa agresif upaya Treasury tersebut, mengingat sasarannya adalah mengendalikan imbal hasil Treasury US dari lonjakan. Hal ini dimungkinkan membuat dolar dan imbal hasil Treasury US naik terbatas.
Namun, jika buyback tidak sesuai rencana, atau tidak sebesar yang disebutkan Scott Bessent saat itu (naik dari $2 miliar menjadi $4 miliar, dan kemungkinan lebih besar dair $4 miliar), maka dolar berpotensi menguat, disertai lonjakan imbal hasil Treasury. Kondisi ini bisa membuat emas berbalik turun kembali.
Agenda utama data ekonomi yang dinantikan memuncak di hari Jumat dengan data CPI US yang menjadi perhatian para pelaku pasar. CPI utama diperkirakan stabil di 3.4% y/y dan basis bulanan naik dari 0.1% ke 0.4% m/m. Sedangkan core CPI diperkirakan turun dari 2.5% ke 2.4% y/y, dan basis bulanan stabil di 0.2% m/m. Jika data dirilis stabil (tidak mengalami lonjakan, dan core CPI terutama turun), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September berpotensi kembali melemah. Sebaliknya, jika data dirils lebih kuat (terjadi lonjakan), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September semakin menguat.
Premi risiko geopolitik di Timur Tengah masih terus membayangi, sehingga trader juga perlu mencermati perkembangan yang terjadi seputar geopolitik. Ketegangan yang terus berlanjut dan meluas akan berpeluang memicu gejolak harga minyak sehingga mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi kembali. Hal ini berpotensi memperkuat alasan Fed untuk menaikkan suku bunga sehingga emas cenderung tertekan. Sebaliknya, jika ketegangan mereda, maka ekspektasi kenaikan suku bunga Fed berkurang sehingga emas berpeluang rebound/naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bearish, setelah gagal naik di atas 4442. Area support EMA100 di 4367 juga ikut terancam. Meski pagi ini berjalan di bawah 4367, tapi siang ini sempat rebound hingga 4384. Namun, kami tetap melihat potensi penurunan yang masih bisa mengancam selama risiko geopolitik masih memanas. Emas akan bergantung pada EMA100 dan EMA200 Daily sebagai support terdekat dan krusial yang berpotensi diuji, masing-masing di 4367 dan 4319. Jika keduanya berhasil bertahan, maka rejection diharapkan dan emas bisa rebound bertahap dari salah satu zona. Sebaliknya, jika kedua EMA ditembus, maka peluang penurunan diperkirakan berlanjut dengan support 4277 dan 4135-4165 sebagai target penurunan terjauh
Zona abu 4331-4364 di sisi lain masih efektif menahan penurunan tersebut hingga pagi tadi sehingga level terendah bertahan di 4341. Secara teori, area ini bisa saja kembali menunjukkan pertahanan yang kuat sehingga demand moderat bisa mendorong harga kembali menguji resistance zona coklat. Namun, tekanan geopolitik yang dominan dikhawatirkan justru menekan lebih dulu hingga di bawah zona abu, dengan target potensial 4277-4300 sebagai proyeksi terdekat, atau zona hijau di 4229-4259 sebagai potensi terjauh.
Meski kami bearish untuk hari ini, tapi situasi di malam hari bisa berubah jika geopolitik mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, atau secara teknis harga mulai memasuki zona oversold (di bawah 30%).
Per jam 11.00 WIB, harga berada di 4440.20 dengan high 4442.95, dan low 4406.21. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 9 September 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama kali ini cenderung sell setelah zona support 4374 tadi malam ditembus sehingga area 4375-4378 atau bahkan lebih luas hingga kisaran 4390-4400 adalah zona yang dianggap potensial supply sehingga sell bisa dipertimbangkan untuk jangka pendek.
Saat artikel ditulis, harga emas rebound hingga 4384 dan turun kembali ke 4374. Ini berarti masih dalam jalur sell yang sesuai dengan perkiraan kami. Peluang penurunan diharapkan kembali menguji low kemarin di 4341 atau bahkan lebih lanjut menguji zona 4228-4335. Namun, mengingat situasi geopolitik yang masih panas, maka zona ini pun diperkirakan terancam ditembus.
Sell bisa dipertahankan jika zona 4328-4335 ditembus. Tapi lebih disarankan untuk mulai mengurangi posisi sell mengingat zona berikutnya cukup dekat dengan support psikologis 4282-4297 (zona orange). Bahkan jika penurunan sudah sentuh zona tersebut, dengan asumsi bahwa rsi mulai memasuki zona oversold nantinya (di bawah 30%), maka bisa mulai pertimbangkan buy kembali, terutama jika muncul reversal candle seperti hammer, inverted hammer, atau bahkan bullish engulfinf yang dianggap sebagai sinyal reversal lebih kuat
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy
Opsi SELL on Rally
Entry: 4375.00 – 4377.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4355.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4330, target terdekat 4320, terjauh 4310, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing))
Stop Loss: 4387.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4385.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
(zona 4282-4297)
Entry : 4292.00 – 4294.00
Target/Reward: 4314.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4282.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4280.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
