14 - 18 September 2026
Quick Insights: Inflasi Bandel, Bank Sentral Hadapi Tekanan Besar!
Federal Reserve dalam tekanan untuk menaikkan suku bunga di pertemuan 15-16 September mendatang. Data inflasi US terbaru melampaui perkiraan, sedangkan ekonomi masih cukup kuat sehingga semakin sedikit alasan untuk Fed mempertahankan suku bunganya. CPI inti naik 0.3% m/m, melampaui prediksi para ekonom. Ini berarti upaya Fed untuk mengendalikan kenaikan harga selama lebih dari 5 tahun tidak cukup berhasil karena inflasi di US tetap tinggi. Hal ini juga menandakan kurangnya kemajuan yang cukup untuk menuju target inflasi 2%.
Probabilitas Meningkat
Sampai sehari sebelum CPI dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga September hanya meningkat ke sekitar 70% meski data PPI menunjukkan lonjakan. Namun, hal itu berubah setelah CPI dirilis, probabilitas melonjak hingga 85%. Bahkan investor mulai memperhitungkan kemungkinan 2 kali kenaikan di bulan Desember. JPMorgan dan TD Bank merevisi perkiraan dan melihat kemungkinan yang lebih tinggi untuk pengetatan kebijakan moneter.
Kredibilitas Ketua Fed Dipertaruhkan
FOMC Meeting 15-16 September tidak hanya sekadar bahas suku bunga. Kredibilitas Ketua Fed dipertaruhkan. Pasar saat ini mengharapkan kenaikan suku bunga, dan jika Fed gagal merealisasikan, maka berpotensi melemahkan posisi Warsh. Bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam 5 pertemuan berturut-turut tahun ini. Tapi di bulan Juli 3 anggota mendukung kenaikan 25 bps. Ekonomi yang kuat, tingkat pengangguran yang stabil dan rendah mendukung argumen tersebut. Jika benar, maka Fed berpeluang untuk membatalkan sebagian penurunan suku bunga di 2025.
“No Where To Run”, BOJ Harus Imbangi Fed!
Di sisi lain, minggu depan juga akan menjadi tekanan besar untuk Bank of Japan (BOJ). Nasib yen kini di tangan mereka setelah berkali-kali intervensi gagal membuat yen lanjut menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ yang semakin kuat di 1 minggu terakhir berhasil membuat yen setidaknya menguat sampai 152. Namun, BOJ dituntut berbuat lebih jika ingin membuat yen lanjut menguat. Ueda dalam tekanan besar jika Fed terbuka untuk menaikkan suku bunga 2 kali di tahun ini. Akankah Ueda membuat kejutan berani?
Dua Bank Sentral Berpacu dengan Kenaikan Harga Minyak!
Tidak ada satupun negara di dunia ini lolos dari dampak serius yang ditimbulkan oleh kenaikan harga minyak mentah. Konflik yang melibatkan Iran masih tetap menjadi sumber ketidakpastian signifikan bagi pasar di antara faktor lainnya. Dampaknya terhadap pasar minyak bisa menambah tekanan inflasi untuk ekonomi US. Jika harga energi yang lebih tinggi terus bertahan lama dan mulai berdampak pada sektor harga lainnya, maka argumen untuk kenaikan suku bunga lanjutan akan semakin kuat.
Fed dan BOJ dituntut bereaksi terhadap kondisi tersebut. Pasar akan mencermati apakah Fed hanya sekadar menaikkan 25 bps, atau dot plot menunjukkan peluang untuk kenaikan lainnya di November ataupun Desember. Jika Fed agresif, maka tekanan besar juga dialami oleh BOJ. Kazuo Ueda harus mengarahkan kebijakan moneternya untuk mengimbangi Fed supaya gap suku bunga tetap stabil dan tidak melebar sehingga yen tidak kembali terancam oleh “carry trade”. Pasar menanti kejutan yang lebih hawkish dari seorang Kazuo Ueda.
AGENDA DATA EKONOMI
UK CPI
16 Sep 2026
Laporan inflasi yang lebih tinggi bisa membuat BOE berubah pikiran di pertemuan berikutnya tentang perlu tidaknya menaikkan suku bunga. Tapi data yang melunak, justru akan membuat BOE tetap pertahankan suku bunga. GBP di sisi lain akan ditekan dari 2 sisi minggu depan oleh keputusan FOMC maupun oleh keputusan BOE
US Retail Sales
16 Sep 2026
Data ini bisa menjadi petunjuk tentang pengeluaran konsumen US yang bisa menjadi ukuran untuk aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Laporan yang lebih tinggi bisa membuat USD menguat. Sebaliknya, laporan yang lebih rendah bisa menekan USD
FOMC Meeting
17 Sep 2026
Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps. Pasar memperhitungkan sekitar 85% peluang itu terjadi. Fokus akan bergeser ke dot plot dan seberapa besar kemungkinan Warsh dan Fed akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Hawkish hike berpotensi mendukung penguatan USD. Dovish hike berpotensi melemahkan USD
BOE Meeting
17 Sep 2026
Bank of England (BOE) diperkirakan menjadi satu-satunya bank sentral yang masih mempertahankan suku bunganya di pertemuan minggu depan. Para pejabat masih terpecah tentang menaikkan atau mempertahankan. Perbedaan pandangan yang mencolok bisa menggerakkan GBP. Tapi jika dukungan kenaikan berkurang, GBP berpotensi lemah
BOJ Meeting
18 Sep 2026
Pasar mengantisipasi sepenuhnya kenaikan 25 bps dari BOJ di pertemuan kali ini. Fokus bergeser ke press conference Ueda untuk mencari petunjuk apakah BOJ merencanakan kenaikan berikutnya, atau bahkan tanda-tanda lainnya tentang kenaikan yang lebih besar jika dimungkinkan. Sikap hawkish yang menyertai kenaikan suku bunga berpeluang memperkuat Yen. Sebaliknya, dovish melemahkan yen
Kenaikan 25 bps “Sudah Diantisipasi”! Hawkish Hike Tekan Emas Berlanjut, Dovish Hike Peluang Rebound!
Inflasi yang membandel tanpa memberikan tanda-tanda proses disinflasi lebih lanjut membuat Fed tidak ada pilihan untuk menaikkan suku bunga. Ekspektasi kenaikan 25 bps pun melonjak pasca CPI basis bulanan menunjukkan lonjakan 0.3% m/m dan core CPI 0.4% m/m. Lonjakan harga minyak menambah kesuraman itu. Namun, perlu diingat bahwa kita tidak lagi terfokus pada kenaikan 25 bps, melainkan dot plot terbaru dan apakah Warsh akan lebih bersikap hawkish untuk membuka jalur kenaikan lainnya. Di sisi lain, dilema Fed juga berhadapan dengan tingkat utang yang tinggi sehingga peluang kenaikan suku bunga rentan berdampak pada melambatnya ekonomi US. Secara teknis, EMA50 Weekly @4247 adalah support terdekat. Jika Fed lebih hawkish dari yang diperkirakan (hawkish hike), maka risiko tekanan turun berlanjut melirik zona 4040 maupun ancaman hingga 3900. Sebaliknya, jika Fed tidak se-hawkish yang dikhawatirkan (dovish hike), maka penurunan terbatas, dan menjadi peluang buy yang baik, dan membuka ruang untuk rebound, hingga tembus 4500.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4440, 4570, 4712
(S) : 4240, 4040, 3886
Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 105.00, 110.80, 119.40
(S) : 93.44, 86.19, 80.80
Risiko Gangguan Pasokan Terus Mengancam, Pasar Tunggu Tanda-Tanda Diplomasi
Risiko geopolitik sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda reda dalam waktu dekat. Kedua kubu masih terus melontarkan ancaman untuk saling membalas. Upaya US menekan Iran dari sisi ekonomi tidak terbukti ampuh sampai saat ini karena Iran justru terus merespons dan tidak menunjukkan kekhawatiran apa pun. Secara logika, cukup wajar mengingat Iran sudah merasakan sanksi ekonomi berpuluh tahun sehingga mampu mengimbangi ancaman US. Di sisi lain, Houthi berhasil menguasai Selat Bab el Mandeb sehingga risiko gangguan pasokan semakin besar. Sempat beredar kabar bahwa Trump kemungkinan tetap buka peluang untuk diplomasi, juga di sisi lain Pakistan dan mediator lain berupaya untuk menarik Iran kembali ke meja perundingan. Jika bisa terealisasi, setidaknya ini bisa meredam konflik yang lebih panas. Secara teknis, risiko kenaikan tetap terbuka, dengan zona 110 dan 119 sebagai area yang sangat mungkin disentuh selama geopolitik terus memanas. Bahkan risiko penembusan zona 123 juga sangat terbuka. Sebaliknya, penurunan cepat di bawah 90 hanya bisa terjadi jika pihak-pihak yang berkonflik mulai membuka jalur untuk diplomasi.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly ditutup shooting star sehingga mengindikasikan peluang penurunan untuk minggu depan. Tapi kondisi ini akan bergantung pada suppot EMA 50 weekly di 1.15478. Jika zona ini ditembus, maka tekanan akan lebih dominan, dan berpeluang lanjut hingga zona 1.14480. Tekanan turun bisa berlanjut jika di sisi lain FOMC memilih sikap lebih agresif ataupun hawkish untuk menaikkan suku bunga lebih banyak. Tekanan turun berpeluang melirik zona 1.12640 (EMA200) sebagai peluang terjauh. Sebaliknya, jika sikap FOMC cenderung tidak se-hawkish yang dikhawatirkan, kemungkinan EUR bisa terselamatkan. Support 1.13667 dan 1.14000 kemungkinan penurunan terjauh. Tapi kenaikan perlu mewaspadai zona 1.17200 sebagai resistance kuat
Resistance : 1.17100, 1.18000, 1.19260
Support : 1.14400, 1.12300, 1.11000
Outlook : Bearish
GBPUSD
Candle weekly ditutup doji mirip spinning tops. Pola ini mengindikasikan situasi yang berimbang antara kenaikan maupun penurunan. Dua minggu berturut-turut level terendah tertahan di 1.34786, dan demikian juga kenaikan yang tertahan di 1.35669. Secara umum, pasar menunggu keputusan FOMC dan BOE minggu depan. Sikap hawkish BOE diperlukan untuk membuat pound menguat lebih lanjut seandainya Fed tidak se-hawkish yang ditakutkan. Tapi situasi akan jauh menekan jika Fed hawkish, sementara BOE justru bersikap dovish. Support 1.33949 akan berperan sebagai buffer. Jika tidak ada tekanan berlebih, maka rebound diharapkan. Tapi risiko penembusan juga cukup terbuka
Resistance : 1.36200, 1.37800, 1.38500
Support : 1.34000, 1.33300, 1.32000
Outlook : Limited Bearish
USDJPY
Di luar penguatan yen yang terjadi dalam 2 minggu terakhir, terselip sebuah pertanda bahwa US “mendukung” tindakan yang dilakukan pejabat berwenang di Jepang untuk mengendalikan mata uangnya. Yen pun menguat sampai level 152.870, level yang tidak terlihat sejak pelemahan 15 Feb 2026 dimulai sampai menuju puncaknya di 163.971 di 19 Jul 2026. Namun, situasi ini bisa berubah jika BOJ di pertemuan minggu depan tidak seagresif yang diharapkan. Penguatan yen bisa terhenti jika BOJ hanya memberikan 1 kenaikan 25 bps tanpa ada komitmen kenaikan lebih lanjut. Kondisi bisa lebih parah jika ternyata Fed lebih hawkish, sedangkan BOJ tidak se-hawkish yang diharapkan, atau bahkan tidak melakukan apapun. Skenario bearish berpeluang melirik zona 151 dan 147 sebagai target utama. Skenario bullish berpeluang mendorong yen kembali melemah hingga 156 (EMA50 Weekly) terdekat, atau 158 (EMA20 Weekly) terjauh.
Resistance : 154.830, 156.930, 158.800
Support : 151.969, 149.659, 147.350
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Kabar baiknya adalah dolar berbalik melemah di hari Jumat pasca data CPI basis tahunan menunjukkan angka “sesuai ekspektasi” 3.4% y/y dan core CPI 2.4% y/y. Kabar buruknya, Fed diperkirakan akan tetap menaikkan suku bunga di pertemuan minggu depan setelah pasar mencerna data bulanan yang menunjukkan kenaikan 0.3% m/m untuk CPI utama dan 0.4% m/m. Candlestick ditutup hanging man pada daily chart, sedangkan weeky ditutup hammer sehingga secara umum, peluang bullish lebih kuat secara mingguan. Tapi jika Fed cenderung dovish, situasi bisa berubah menjadi tekanan balik untuk USD.
Resistance : 99.860, 100.000, 101.500
Support : 98.560, 98.000, 97.500
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Indeks Nikkei tidak hanya bergantung pada sikap keputusan BOJ, tapi juga ikut terdampak dari pengumuman Fed sehari sebelumnya. Secara teknis, risiko penurunan cukup terbuka setelah weekly ditutup turun, menghapus seluruh kenaikan yang sempat terjadi di awal pekan kemarin. Peluang penurunan berisiko menguji zona 61798, dan risiko turun lebih lanjut mengancam zona 59230. Tekanan ini bisa terjadi jika Fed berskap lebih hawkish, ditambah dengan sikap BOJ yang juga hawkish, membuka ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sebaliknya, jika BOJ tidak se-hawkish yang diharapkan, maka peluang rebound untuk Nikkei cukup terbuka. High minggu lalu di 66775 resistance terdekat yang perlu ditembus
Resistance : 65970, 66800, 67860
Support : 64200, 62870, 61800
Outlook : Bearish
HANG SENG
Weekly candle ditutup bearish, dan harga berada di bawah EMA20 dan EMA50 weekly sehingga secara teknis mendukung penurunan lebih lanjut. EMA200 weekly di 23040 berpeluang disentuh jika tekanan turun berlanjut di bawah 24400. Peluang rebound akan bergantung pada reaksi pemerintah China untuk meredam kekhawatiran pasar obligasi global akibat lonjakan harga minyak global. Jangan lupa bahwa konsumsi domestik China juga masih lemah dan masih butuh dukungan pemerintah sehingga risiko tekanan turun bisa diredam. Namun, jika reaksi pemerintah tidak terlihat dalam waktu dekat, maka tekanan turun cenderung dominan dengan zona 23040 sebagai risiko terjauh bisa saja ditembus sehingga mengancam tekanan berlanjut hingga zona 22500. Sebaliknya, jika risiko berkurang, maka rebound bisa diharapkan
Resistance : 25480, 26000, 26520
Support : 24000, 23040, 22500
Outlook : Bearish
NASDAQ
Sama halnya dengan Dow Jones, nasib Nasdaq juga akan bergantung pada FOMC Meeting. Sikap lebih hawkish akan membuat Nasdaq berisiko tertekan lebih lanjut di bawah 28900. Peluang penurunan mengancam EMA50 weekly 27018. Tapi jika Fed tidak se-hawkish yang dikhawatirkan, maka risiko penurunan kemungkinan terbatas. Dengan zona support 28000 dan 27810 diharapkan mampu menahan tekanan lebih lanjut. Resistance terdekat berada di 29762. Dan jika mampu tembus, maka peluang rebound berlanjut dengan zona 30330 sebagai target utama, sekaligus terhindar dari risiko tekanan lebih lanjut dari pengumuman FOMC. Di sisi lain, risiko geopolitik juga perlu dicermati karena jika tidak ada diplomasi, maka risk asset berpotensi tetap berisiko kembali tertekan
Resistance : 30320, 30880, 31500
Support : 28950, 28575, 27810
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Candle weekly ditutup bearish sehingga secara teknis cenderung turun minggu depan. Risiko penurunan berpeluang berlanjut jika Fed memberi sikap hawkish selain kenaikan suku bunga 25 bps di bulan September. Hal ini berpotensi memberikan tekanan bagi indeks saham US. EMA20 weekly saat ini 51982 diuji, dan jika ditembus, berpeluang lanjut menguji EMA50 weekly 49760. Sebaliknya, jika Fed tidak se-hawkish yang dikhawatirkan, maka Dow berpeluang rebound, dan penurunan belum tentu sampai EMA50 weekly. Namun, resistance utama berada di 53332. Jika berhasil ditembus, maka rebound berpeluang berlanjut, atau bahkan terhindar dari risiko tekanan tajam.
Resistance : 53332, 54000, 54880
Support : 52000, 51872, 49760
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
