TOP GAINERS
| 1. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +11.71% |
| 2. Meta Platforms, Inc. (#META) +10.49% |
| 3. Advance Micro Devices (#AMD) +9.38% |
| 4. Intel Corporation (#INTC) +6.12% |
| 5. Microsoft Corporation (#MSFT) +3.42% |
TOP LOSERS
| 1. Oracle Corporation (#ORCL) -6.48% |
| 2. Airbnb, Inc (#ABNB) -5.47% |
| 3. Adobe Inc. (#ADBE) -5.45% |
| 4. McDonald's Corporation (#MCD) -5.19% |
| 5. Wells Fargo & Company (#WFC) -4.48% |
Pekan perdagangan saham Amerika Serikat diwarnai penguatan saham teknologi, terutama perusahaan cip dan kecerdasan buatan. Qualcomm, Meta Platforms, AMD, Intel, dan Microsoft masuk daftar saham dengan kenaikan terbesar setelah mendapat dukungan dari kabar bisnis masing-masing dan membaiknya minat investor terhadap tema kecerdasan buatan. Di sisi lain, Oracle, Airbnb, Adobe, McDonald's, dan Wells Fargo tertekan karena penundaan proyek, perubahan pola persaingan, proyeksi keuangan yang mengecewakan, serta kekhawatiran terhadap daya beli dan kondisi suku bunga. Berikut penjelasan singkat di balik pergerakan sepuluh saham tersebut.
TOP 5 GAINERS
1. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +11.71%
Saham Qualcomm menguat setelah perusahaan memperpanjang kerja sama lisensi paten global jangka panjang dengan Apple. Kesepakatan ini mengurangi ketidakpastian bagi investor dan membantu menjaga pemasukan royalti Qualcomm dalam beberapa tahun ke depan. Sentimen positif juga bertambah setelah Qualcomm memperkenalkan teknologi pengiriman data berkecepatan tinggi untuk pusat data kecerdasan buatan bersama Amazon Web Services.
2. Meta Platforms, Inc. (#META) +10.49%
Saham Meta Platforms melonjak setelah asisten pribadi berbasis kecerdasan buatan bernama “Muse” disebut mendapat sambutan kuat dan langsung menempati posisi teratas dalam daftar unduhan gratis di Apple App Store dan Google Play Store. Investor melihat keberhasilan awal tersebut sebagai peluang bagi Meta untuk membangun sumber pendapatan baru dari layanan kecerdasan buatan, termasuk layanan yang digunakan langsung oleh konsumen.
3. Advance Micro Devices (#AMD) +9.38%
AMD ikut menguat karena dana investor kembali mengalir ke sektor pembuat cip. Minat tersebut didorong oleh optimisme terhadap kebutuhan perangkat untuk kecerdasan buatan serta berkurangnya kekhawatiran mengenai perdagangan global. Sebagai salah satu perusahaan utama di bidang prosesor dan cip grafis, AMD turut mendapat manfaat dari membaiknya pandangan investor terhadap prospek industri cip.
4. Intel Corporation (#INTC) +6.12%
Saham Intel memperoleh dukungan dari gairah baru terhadap perusahaan yang menyediakan perangkat untuk pusat data kecerdasan buatan. Investor juga melihat adanya peluang pemulihan permintaan cip komputer di pasar global. Kombinasi kedua sentimen tersebut membantu mengangkat saham Intel, meskipun perusahaan masih menghadapi tantangan untuk memperbaiki kinerja bisnis dan penggunaan fasilitas produksinya.
5. Microsoft Corporation (#MSFT) +3.42%
Microsoft terus mendapat perhatian positif berkat pemakaian kecerdasan buatan dalam layanan komputasi awan Azure. Rilis pembaruan komersial untuk pelanggan korporasi ikut memperkuat posisi Microsoft dalam menyediakan perangkat dan layanan kecerdasan buatan bagi perusahaan. Investor menilai perkembangan ini dapat membantu menjaga pertumbuhan Azure dan memperluas penggunaan produk Microsoft di kalangan pelanggan bisnis.
TOP 5 LOSERS
1. Oracle Corporation (#ORCL) -6.48%
Saham Oracle tertekan setelah perusahaan mengeluarkan klausul keadaan luar biasa terkait pembangunan pusat data kecerdasan buatan Project Jupiter di New Mexico. Proyek tersebut menghadapi kendala perizinan dan penolakan dari masyarakat setempat. Penundaan ini memicu kekhawatiran investor bahwa biaya pembangunan dan ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan Oracle dapat membengkak.
2. Airbnb, Inc (#ABNB) -5.47%
Airbnb ikut terkena aksi jual setelah kehadiran asisten kecerdasan buatan Muse milik Meta dinilai dapat mengubah persaingan di industri perjalanan. Kemampuan Muse untuk membantu pengguna memesan akomodasi dan penerbangan secara langsung berpotensi mengurangi peran perusahaan perantara seperti Airbnb. Goldman Sachs juga memperingatkan bahwa perkembangan tersebut dapat menekan jalur bisnis perusahaan pemesanan perjalanan berbasis internet.
3. Adobe Inc. (#ADBE) -5.45%
Saham Adobe melemah meskipun perusahaan mencatat pendapatan kuartalan pada tingkat tertinggi. Penyebab utamanya adalah proyeksi keuangan untuk kuartal berikutnya yang berada di bawah harapan analis Wall Street. Investor juga masih mencermati ancaman dari perangkat lunak kecerdasan buatan generatif berbiaya lebih rendah yang dapat menawarkan sebagian fungsi Adobe dengan harga yang lebih terjangkau.
4. McDonald's Corporation (#MCD)-5.19%
Saham McDonald's turun setelah manajemen memperingatkan bahwa jumlah kunjungan pelanggan di pasar-pasar utama kemungkinan tidak banyak berubah akibat tekanan inflasi yang masih berlangsung. Investor juga merespons negatif rencana dukungan keuangan senilai US$8.5 miliar untuk renovasi restoran dan bantuan kepada pemegang waralaba. Pengeluaran besar tersebut dikhawatirkan menekan keuntungan perusahaan dalam jangka pendek.
5. Wells Fargo & Company (#WFC) -4.48%
Wells Fargo tertekan oleh kekhawatiran yang lebih luas terhadap sektor perbankan. Investor masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah suku bunga acuan dan dampaknya terhadap selisih antara pendapatan bunga bank dengan biaya dana yang harus dibayar. Penyesuaian selisih tersebut menjelang akhir kuartal membuat pasar lebih berhati-hati terhadap prospek pendapatan Wells Fargo.
Pekan ini menunjukkan bahwa minat investor dapat berpindah dengan cepat ke perusahaan yang dianggap paling siap memanfaatkan pertumbuhan kecerdasan buatan, terutama pembuat cip dan penyedia layanan komputasi. Sebaliknya, saham yang menghadapi penundaan proyek, persaingan teknologi baru, proyeksi keuangan yang lemah, atau tekanan biaya menjadi sasaran aksi jual. Namun, pergerakan selama satu pekan belum cukup untuk memastikan arah jangka panjang, sehingga perkembangan kinerja perusahaan dan kondisi pasar pada pekan berikutnya tetap perlu diperhatikan.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
