Emas Kembali Bergantung Imbal Hasil Obligasi, Risiko Geopolitik Ikut Membayangi!

Published on 10/19/2026

Emas berhasil naik, tapi tetap ditutup di bawah 4200 di penutupan sesi perdagangan Jumat. Situasi yang tidak menentu di Timur Tengah membuat pasar dilema, padahal di sisi lain imbal hasil obligasi AS justru ditutup melemah.

Gold

Penggerak Pasar

Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun kembali ditutup turun, meskipun awalnya sempat rebound pasca tekanan di 3 hari berturut-turut. Namun, pagi ini imbal hasil obligasi 10-tahun dibuka gap down, berkebalikan dengan emas yang dibuka gap up pagi ini. Sementara dolar terlihat turun hari ini sejak pembukaan, melanjutkan tekanan turun 2 hari sebelumnya secara beruntun minggu lalu. 

Pernyataan Kevin Warsh di hari Jumat dalam sesi dialog bersama direktur IMF tidak memberi banyak petunjuk tentang arah kebijakan Fed jelang rapat 27-28 Oktober mendatang. Tapi dengan minimnya data ekonomi minggu ini, hanya menyisakan PMI services dan manufaktur di hari Jumat, maka pasar cenderung mencermati imbal hasil obligasi yang bisa menjadi petunjuk utama untuk emas, selain tentunya harga minyak terkait kondisi terbaru Timur Tengah. 

Minyak Tetap Volatile, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Berkurang

Pasca kenaikan hingga $101 per barel di hari Jumat malam, harga minyak dibuka gap down pagi ini. Ada 2 hal yang membuatnya turun: 1) Trump mencabut sanksi dan tarif terhadap energi Rusia, dan 2) kontrak futures terbaru dibuka lebih rendah dari penutupan kontrak lama.

Meski demikian, harga minyak diperkirakan akan terus berfluktuasi didukung kondisi geopolitik yang tetap labil. Trump yang menandatangani Executive Orders (EO) untuk membebaskan sanksi dan tarif energi Rusia, menuai kritik dari bipartisan. Namun, dalam media sosialnya Trump menyebut bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga Rusia tetap di jalur perundingan damai dengan Ukraina. Untuk sementara, kebijakan tersebut dianggap cukup untuk menyeimbangkan ketegangan terbaru di Selat Hormuz. 

Di akhir pekan, Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan sebuah kapal tanker meledak setelah menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz, mengutip berita dari media Iran. 

Hal lain yang mungkin juga dianggap bisa meredam kekhawatiran adalah bahwa Panglima Angkatan Darat Pakistan kemungkinan akan mengunjungi Iran minggu ini. Kabar tersebut membuka harapan terkait diplomasi antara AS dan Iran yang masih berlangsung, meskipun di sisi lain kabar tentang persiapan serangan AS ke Iran mendominasi sepanjang minggu lalu dan tidak dibantah oleh Trump yang sempat menyebut kemungkinan akan mempertimbangkan penggunaan MoAB (Mother of All Bomb) untuk menyerang Iran). Tapi Trump tetap memberi sinyal bahwa serangan tidak akan dilakukan sebelum midterm election 3 November sehingga sedikit meredakan ketegangan tersebut. 

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed minggu depan terus mengalami penurunan. Per pagi ini di sesi Asia, CME FedWatch Tools menunjukkan peluang kenaikan suku bunga 28 Oktober hanya 14.9%, turun dari sebelumnya 16.1%. Dengan minimnya data ekonomi AS minggu ini, dan juga Fed memasuki periode ‘blackout’ di mana para pejabat tidak diperbolehkan memberi komentar apapun terkait kebijakan moneter, maka sentimen suku bunga kemungkinan tidak berubah banyak, kecuali jika eskalasi geopolitik menimbulkan lonjakan harga minyak lebih lanjut, sehingga hal itu mendorong kembali kekhawatiran atas tekanan inflasi yang bisa membuat Fed tetap berada di jalur kenaikan suku bunga. 

banner artikel agr youtube

Fokus Minggu ini

Kami menganggap data lainnya dari AS tidak berpengaruh signifikan terhadap sentimen suku bunga Fed. Tapi di antara semua data yang muncul minggu ini, PMI services dan manufaktur AS yang dirilis Jumat mendatang kemungkinan bisa sedikit memberi dampak terhadap pergerakan emas, meskipun tidak secara langsung mengubah ekspektasi suku bunga. 

Di luar data ekonomi maupun geopolitik, imbal hasil obligasi AS akan berperan penting untuk arah emas minggu ini. Jika Yield obligasi tetap lanjut turun, maka emas berpeluang lanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, jika Yield obligasi berbalik naik, maka emas berpeluang turun, dan ini bisa membuat trader harus membalikkan strateginya menjadi sell.

Sedangkan dari geopolitik, trader disarankan tetap waspada, dan pantau perkembangan di Timur Tengah (Arab Saudi – Houthi dan juga Iran-AS) dan juga hubungan Rusia-Ukraina ke depan:

  1. Pembicaraan atau mediasi yang intens diharapkan membuka jalur de-eskalasi sehingga tekanan pada inflasi berkurang sehingga hal itu bisa meredam ekspektasi kenaikan suku bunga. Emas merespon positif untuk case ini.
  2. Eskalasi akan terus membuat minyak berada di sisi kenaikan sehingga berpotensi memicu kembali kekhawatiran tentang inflasi. Hal itu secara umum berpengaruh pada keputusan Fed untuk menaikkan suku bunga. Emas akan merespon negatif . 
banner artikel youtube

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup doji yang cenderung mirip dengan pola spinning tops. Secara teori, candle ini muncul saat market berstatus “wait and see” atau “indecision candle”, di mana tren naik maupun bearish tidak ada yang dominan. Sering dikaitkan dengan posisi pasar yang tidak menentu. Arah selanjutnya akan bergantung dari penutupan candle berikutnya setelah spinning tops. Jika ditutup bullish dan lebih tinggi dari high Jumat (4199), maka arah berikutnya cenderung bullish. Jika ditutup bearish dan lebih rendah dari low Jumat (4147), maka arah berikutnya cenderung bearish. 

Dengan minimnya data ekonomi di hari Senin, pasar cenderung mencari pemicu lain di luar data ekonomi sehingga risiko geopolitik dan pergerakan US Treasury Yield 10 tahun menjadi indikator utama untuk beberapa waktu ke depan.



slide20

Di H4, zona coklat terbaru di kisaran 4143-4164 adalah area support terdekat, sekaligus potensi demand terdekat. Swing low diharapkan menutupi gap yang terjadi pagi ini di mana close hari Jumat berada di 4168. Dan sejauh ini penurunan di sesi Asia pagi ini sudah valid dianggap menutupi gap yang ada. 

Di sisi lain, zona coklat 4143-4164 dan zona abu 4106-4136 adalah opsi area buy yang diharapkan efektif, sehingga swing low maksimal diharapkan tertahan di zona abu. Sebaliknya, untuk lanjutkan kenaikan, perlu konfirmasi dari penembusan zona hijau 4202-4254, atau EMA200 @ 4233. Jika terpenuhi, maka peluang terbuka untuk kenaikan hingga 4272, atau 4288, area penutupan 25 Sep 2026 yang belum berhasil ditutup sejak penurunan tersebut. 

Sedangkan bearish di sisi lain juga perlu diwaspadai! Jika kenaikan kembali gagal tembus zona hijau 4202-4254, maka seller kemungkinan berpeluang menghambat jalur kenaikan tersebut. Namun, tekanan turun lebih lanjut perlu validasi dari level support psikologis 4100 (area di bawah zona abu 4106-4136). Jika tekanan tembus 4100, maka area 4066-4073 berisiko kembali diuji, dan jika keduanya ditembus, berpeluang lanjut hingga zona 4019-4049 (zona pink). 

Tapi jika penurunan tetap terhambat di zona coklat maupun zona abu, maka strategi buy tetap dipertahankan! Perhatikan imbal hasil obligasi (US Treasury Yield 10 tahun) untuk indikasi pendukung : Yield turun = emas lanjut naik, dan Yield naik = emas berbalik turun.



slide21

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4179.27 dengan high 4187.62, dan low 4165.67. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 19 Oktober 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama pagi ini buy di kisaran 4150-4152, mengacu pada zona biru yang berada di 4155-4167 yang dianggap area demand terdekat. Sejauh ini penurunan di sesi Asia pagi ini tertahan di 4165, yang berarti zona biru cukup efektif, meskipun area buy yang diharapkan belum disentuh. Sebaliknya, opsi alternatif buy saat tembus 4199 harus menunggu validasi.

Jika dalam 1-2 jam ke depan harga terus naik, dan berhasil tembus zona 4199, maka buy on breakout bisa dipertimbangkan, dengan peluang target zona pink 4217-4227 sebagai area potensial. Namun, tren naik selanjutnya akan ditentukan dari zona pink tersebut. Jika zona pink juga ditembus, maka trader bisa pertimbangkan lanjut pertahankan buy.

Sebaliknya, jika zona pink kembali gagal ditembus, trader harus mewaspadai peluang pembalikan turun! Zona biru 4155-4167 kemungkinan jadi targetnya dalam koreksi turun tersebut. Sedangkan tekanan lebih lanjut perlu validasi turun di bawah zona abu, atau di bawah 4100 support psikologis. Ini berarti diasumsikan eskalasi geopolitik terus berlanjut, dan imbal hasil Treasury AS 10 tahun berbalik naik sehingga menekan emas. Dalam case tersebut, strategi sell lebih disarankan.

Secara umum, trader disarankan tetap perhatikan US10Y atau imbal hasil obligasi AS 10-tahun, di luar concern eskalasi geopolitik yang menyebabkan harga minyak terus tinggi! Jika US10Y terus lanjutkan penurunan, maka strategi buy emas tetap dipertahankan, dan swing low adalah peluang untuk kembali buy on dip. Sebaliknya, jika US10Y berbalik naik, bahkan naik lebih tinggi, maka keluar dari posisi buy, switch posisi segera menjadi sell dengan peluang target maksimum zona 4045-4060 (zona orange)!  

Trading Strategy

Opsi BUY jika support tidak ditembus
(support 4155-4167)
Entry : 4150.00 - 4152.00
Target/Reward: 4172.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4199, target terdekat 4209, terjauh 4219, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4140.00 ($8 - $10)
(ideal SL 5-7 poin di bawah 4142.00)
Risk Reward: 1: 2

Opsi BUY jika support tidak ditembus
(support 4112-4136)
Entry: 4120.00 – 4122.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4142.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4110.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4112.00)
Risk Reward: 1: 2


agrodana sureprize trade more get more rewards